Rizki menilai materi dalam Mens Rea mengandung narasi yang dapat memicu kesalahpahaman, khususnya di kalangan anak muda NU dan Muhammadiyah.
“Narasi fitnahnya adalah menganggap bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis yang terus kemudian ini disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang begitu karena imbalan begitu ya imbalan karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin,” bebernya.
Sebagai bagian dari laporan, pelapor turut menyerahkan barang bukti berupa rekaman video materi stand up comedy yang dibawakan Pandji.
Mens Rea sendiri merupakan pertunjukan spesial Pandji Pragiwaksono yang saat ini menjadi salah satu tontonan terpopuler di Netflix Indonesia dan menuai beragam respons publik.
Hingga kini, Pandji belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.
Sorotan Tompi dan Isu Kondisi Medis
Sebelum laporan polisi muncul, materi Mens Rea lebih dulu menuai kritik dari penyanyi sekaligus dokter bedah plastik, Tompi.
Ia menyoroti salah satu bit komedi Pandji yang menyinggung kondisi fisik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya terkait tampilan mata yang disebut terlihat “mengantuk”.
Menurut Tompi, kondisi tersebut tidak pantas dijadikan bahan candaan.
“Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON,” kata Tompi melalui akun Instagram pribadinya, dikutip Jumat (9/1/2026).

