NU menunggu hasil pemantauan hilal menggunakan metode Hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU). Metode ini mengombinasikan perhitungan hisab dan observasi langsung hilal untuk memastikan awal bulan.
Jika hilal terlihat pada 29 Syakban 1447 H, puasa akan dimulai keesokan harinya; jika tidak, awal puasa akan dimulai sehari setelahnya.
Perbedaan Metode Rukyat dan Hisab
Hisab: Penentuan awal bulan berdasarkan perhitungan astronomis. Tidak memerlukan penglihatan langsung hilal. Bisa dilakukan jauh hari sebelumnya.
Rukyat: Penentuan awal bulan dengan mengamati hilal secara langsung, baik dengan mata kepala atau alat bantu seperti teleskop. Hanya jika hilal terlihat, awal bulan dapat ditetapkan.
Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), rukyat memastikan hilal benar-benar muncul di ufuk, sedangkan hisab cukup menggunakan perhitungan matematis dan astronomis.
Metode hisab juga memungkinkan penentuan awal bulan di tahun-tahun mendatang sejak sekarang.

