27 C
Makassar
18 January 2026, 17:42 PM WITA

Majelis Tarjih dan Tajdid Jelaskan Koreksi Jadwal Ramadhan Muhammadiyah 1447 H

SulawesiPos.com – Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid resmi menetapkan awal Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini dilakukan setelah adanya koreksi pada jadwal awal yang sebelumnya diumumkan, sebagai bentuk upaya memastikan akurasi ilmiah dan konsistensi penetapan waktu ibadah.

Majelis Tarjih dan Tajdid menjelaskan bahwa koreksi dilakukan setelah melakukan komunikasi dengan sejumlah lembaga internasional yang juga menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), termasuk otoritas Turki (Diyanet) dan Fiqh Council of North America (FCNA).

Langkah ini bertujuan untuk memastikan keselarasan metode hisab yang digunakan secara global.

Selain komunikasi internasional, verifikasi tambahan juga dilakukan melalui perangkat lunak HisabMu, sistem hisab astronomi Muhammadiyah, untuk meninjau ulang posisi bulan dan matahari secara presisi.

“Koreksi ini dilakukan dalam rangka menjaga akurasi ilmiah, integritas keilmuan, serta komitmen terhadap prinsip kebenaran dan konsistensi dalam penetapan waktu ibadah,” demikian pernyataan resmi Majelis Tarjih dan Tajdid dalam maklumatnya.

Muhammadiyah menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan semangat tajdid (pembaruan), sekaligus memastikan umat dapat menjalankan ibadah puasa dengan dasar hisab yang ilmiah dan terpercaya.

Baca Juga: 
Daftar Kosmetik Berbahaya BPOM: 26 Produk Mengandung Merkuri hingga Steroid Masih Beredar

Penetapan 18 Februari 2026 ini sekaligus menegaskan konsistensi Muhammadiyah dalam mengikuti metode KHGT yang telah diakui secara internasional.

SulawesiPos.com – Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid resmi menetapkan awal Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini dilakukan setelah adanya koreksi pada jadwal awal yang sebelumnya diumumkan, sebagai bentuk upaya memastikan akurasi ilmiah dan konsistensi penetapan waktu ibadah.

Majelis Tarjih dan Tajdid menjelaskan bahwa koreksi dilakukan setelah melakukan komunikasi dengan sejumlah lembaga internasional yang juga menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), termasuk otoritas Turki (Diyanet) dan Fiqh Council of North America (FCNA).

Langkah ini bertujuan untuk memastikan keselarasan metode hisab yang digunakan secara global.

Selain komunikasi internasional, verifikasi tambahan juga dilakukan melalui perangkat lunak HisabMu, sistem hisab astronomi Muhammadiyah, untuk meninjau ulang posisi bulan dan matahari secara presisi.

“Koreksi ini dilakukan dalam rangka menjaga akurasi ilmiah, integritas keilmuan, serta komitmen terhadap prinsip kebenaran dan konsistensi dalam penetapan waktu ibadah,” demikian pernyataan resmi Majelis Tarjih dan Tajdid dalam maklumatnya.

Muhammadiyah menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan semangat tajdid (pembaruan), sekaligus memastikan umat dapat menjalankan ibadah puasa dengan dasar hisab yang ilmiah dan terpercaya.

Baca Juga: 
Awal 2026, Dapur MBG Seluruh Indonesia Tembus 19.188  

Penetapan 18 Februari 2026 ini sekaligus menegaskan konsistensi Muhammadiyah dalam mengikuti metode KHGT yang telah diakui secara internasional.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/