27 C
Makassar
18 January 2026, 18:36 PM WITA

70 Anak Terpapar Ideologi Kekerasan Ekstrem Lewat Media Sosial, Densus 88 Ungkap Polanya

Senjata Replika dan Atribut Kekerasan

Dalam perkembangannya, Densus 88 menemukan sebagian anak telah membeli replika senjata.

“Ada replika senjata api dan busur dengan ciri khas mereka menulis pahamnya, tokoh-tokohnya, dan beberapa narasi yang menurut mereka ini memiliki arti dan simbol di dalam replika senjatanya. Juga pisau sebagai alat kekerasan,” rincinya.

“Kemudian atribut yang berbau militer yang memang kerap juga terkait dengan simbol-simbol yang telah disampaikan sebelumnya. Dan juga ada komponen elektro, bahkan bahan peledak,yang teridentifikasi berbahaya. Dan tentunya ada atribut, buku, dan beberapa konten-konten yang bermuatan ideologis,” sambung Mayndra.

Aksi Kekerasan di Luar Negeri Ikut Terinspirasi

Densus 88 juga menyoroti keterkaitan komunitas tersebut dengan aksi kekerasan di luar negeri.

Mayndra menyebut, penikaman di sebuah sekolah di Moskow, Rusia, terinspirasi dari insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta.

“Di dalam gagang senjata, pelaku penusukan di Moskow, Rusia, ini, kita bisa lihat bahwa dia menuliskan ada ‘Jakarta Bombing’ ya di situ. Dituliskan bahwa ‘Jakarta Bombing 2025’,” ungkap Mayndra.

Baca Juga: 
Kemnaker Tegaskan Belum Ada Kebijakan BSU 2026, Waspadai Modus Penipuan Tautan Palsu

“(Foto itu) diambil oleh yang bersangkutan kemudian di-upload di dalam komunitas ini. Nah, diduga ini terinspirasi adanya insiden bom SMAN 72 di Jakarta,” lanjut dia.

Densus 88 menegaskan upaya pencegahan dan pendampingan akan terus diperkuat untuk memutus penyebaran ideologi kekerasan ekstrem di kalangan anak dan remaja.

Senjata Replika dan Atribut Kekerasan

Dalam perkembangannya, Densus 88 menemukan sebagian anak telah membeli replika senjata.

“Ada replika senjata api dan busur dengan ciri khas mereka menulis pahamnya, tokoh-tokohnya, dan beberapa narasi yang menurut mereka ini memiliki arti dan simbol di dalam replika senjatanya. Juga pisau sebagai alat kekerasan,” rincinya.

“Kemudian atribut yang berbau militer yang memang kerap juga terkait dengan simbol-simbol yang telah disampaikan sebelumnya. Dan juga ada komponen elektro, bahkan bahan peledak,yang teridentifikasi berbahaya. Dan tentunya ada atribut, buku, dan beberapa konten-konten yang bermuatan ideologis,” sambung Mayndra.

Aksi Kekerasan di Luar Negeri Ikut Terinspirasi

Densus 88 juga menyoroti keterkaitan komunitas tersebut dengan aksi kekerasan di luar negeri.

Mayndra menyebut, penikaman di sebuah sekolah di Moskow, Rusia, terinspirasi dari insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta.

“Di dalam gagang senjata, pelaku penusukan di Moskow, Rusia, ini, kita bisa lihat bahwa dia menuliskan ada ‘Jakarta Bombing’ ya di situ. Dituliskan bahwa ‘Jakarta Bombing 2025’,” ungkap Mayndra.

Baca Juga: 
Kemnaker Tegaskan Belum Ada Kebijakan BSU 2026, Waspadai Modus Penipuan Tautan Palsu

“(Foto itu) diambil oleh yang bersangkutan kemudian di-upload di dalam komunitas ini. Nah, diduga ini terinspirasi adanya insiden bom SMAN 72 di Jakarta,” lanjut dia.

Densus 88 menegaskan upaya pencegahan dan pendampingan akan terus diperkuat untuk memutus penyebaran ideologi kekerasan ekstrem di kalangan anak dan remaja.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/