Overview
Puasa menjadi momen memperbanyak amal kebaikan melalui berbagai sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW.
Terdapat 10 amalan sunnah saat berpuasa yang utama, mulai dari sahur hingga menjaga silaturahmi, lengkap dengan dalilnya.
Mengamalkan sunnah puasa dapat menyempurnakan ibadah sekaligus memperkuat nilai spiritual dan sosial umat Muslim.
SulawesiPos.com – Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk memperbanyak amal kebaikan.
Dalam ajaran Islam, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan selama berpuasa karena mengandung keutamaan dan pahala yang besar.
Mengamalkannya tidak hanya menyempurnakan ibadah puasa, tetapi juga memperkuat nilai spiritual dan sosial seorang Muslim.
Berikut 10 amalan sunnah saat berpuasa yang dianjurkan, disusun dari yang paling utama:
Sahur merupakan sunnah yang sangat dianjurkan dalam puasa. Rasulullah SAW bersabda bahwa di dalam sahur terdapat keberkahan.
Selain memberikan energi untuk menjalani puasa, sahur juga menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat terdahulu.
Dari Anas, Rasulullah SAW telah berkata, “Makan sahurlah kamu. Sesungguhnya makan sahur itu mengandung berkah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Menyegerakan berbuka ketika waktu Magrib tiba adalah sunnah yang dianjurkan.
Rasulullah SAW menyukai umatnya yang tidak menunda berbuka, selama telah yakin matahari benar-benar terbenam.
Dari Sahl bin Sa’ad, Rasulullah SAW bersabda, “Senantiasa manusia dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (HR Bukhari dan Muslim)
Saat berbuka puasa adalah waktu mustajab untuk berdoa.
Membaca doa berbuka bukan hanya tradisi, tetapi bagian dari sunnah yang mengandung pengakuan atas nikmat Allah setelah menahan diri seharian.
Dari Ibnu Umar, “Rasulullah SAW apabila beliau berbuka puasa, membaca doa berikut: Allahumma laka shumtu, wa ‘ala rizqika afthortu, dzaHabazhzhomau, wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru insyaa Allahu.” (HR Bukhari dan Muslim)
Artinya:
“Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, karena pemberian-Mu aku berbuka, dahaga telah lenyap, urat-urat telah basah, serta pahala telah tetap jika Engkau mengehendaki.”
Memberi makan kepada orang yang berbuka, meski hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma, mendatangkan pahala besar.
Bahkan, pahalanya setara dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut.
“Barangsiapa memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang puasa, maka ia akan mendapat ganjaran sebanyak ganjaran orang yang berpuasa itu, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR Tirmidzi)
Sedekah di bulan puasa memiliki keutamaan yang berlipat ganda.
Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat saat bulan Ramadhan.
Dari Anas, “Orang-orang bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Kapankah waktu sedekah yang lebih baik?’ Beliau menjawab, ‘Sedekah yang paling baik adalah sedekah pada bulan Ramadhan.'” (HR Tirmidzi)
Puasa memiliki keterkaitan erat dengan Al-Qur’an karena kitab suci ini diturunkan pada bulan Ramadan.
Memperbanyak tilawah dan tadabbur Al-Qur’an menjadi amalan sunnah yang sangat dianjurkan selama berpuasa.
Dari Ibnu Abbas, “Rasulullah SAW adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika Malaikat Jibril menemuinya. Adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, dimana Jibril mengajarkannya Al-Quran. Sungguh Rasulullah SAW orang yang paling lembut daripada angin yang berhembus.” (HR Bukhari)
Menghidupkan malam dengan sholat sunnah, doa, dan dzikir menjadi amalan yang penuh keutamaan.
Qiyamul lail melatih keikhlasan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di saat kebanyakan manusia terlelap.
Sesuai hadits riwayat Ibnu Abbas, Rasul SAW berkata: “Barang siapa bangun (mengerjakan qiyamul lail) di bulan Ramadhan dengan dasar iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni oleh Allah SWT.” (HR Bukhari & Muslim)
Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang khusus dilakukan di bulan puasa. Selain bernilai pahala besar, tarawih juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan semangat ibadah di tengah masyarakat.
Dalil yang menjelaskan sholat tarawih di bulan Ramadhan:
Dari Jabir bin ‘Abdillah, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah sholat bersama kami di bulan Ramadhan sebanyak 8 rakaat lalu beliau berwitir. Pada malam berikutnya, kami pun berkumpul di masjid sambil berharap beliau akan keluar. Kami terus menantikan beliau di situ hingga datang waktu fajar. Lalu kami menemui beliau dan bertanya, ‘Ya Rasulallah, sesungguhnya kami menunggumu tadi malam, berharap engkau akan sholat bersama kami.’ Beliau menjawab, ‘Sesungguhnya aku khawatir jika akhirnya sholat itu menjadi wajib bagi kalian.’” (HR Ath-Thabrani, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah)
Memperbanyak dzikir seperti membaca Laa Ilaaha Illallaah (tahlil) membantu menjaga lisan dan hati tetap bersih selama berpuasa.
Dzikir juga menjadi penguat keimanan dan ketenangan batin.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Barang siapa yang mengucapkan, ‘Laa ilaha illa allahu, wahdahu laa syarika lahu, lahu al-almulku wa lahu al- hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir’ sebanyak 100 kali dalam sehari, maka ia seperti memerdekakan 10 budak, dituliskan untuknya 100 kebaikan, dihapuskan untuknya 100 dosa, ia mendapatkan benteng dari setan pada hari tersebut hingga sore hari, dan tidak ada satu pun yang melakukan hal yang lebih baik dari dirinya melainkan orang yang mengamalkan (ucapan tersebut) lebih banyak darinya.” (HR Bukhari & Muslim)
Menjaga dan mempererat silaturahmi merupakan amalan sunnah yang bernilai ibadah.
Puasa menjadi momentum tepat untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah! Sungguh aku memiliki kerabat. Aku menyambung hubungan dengan mereka, namun mereka memutuskanku. Aku berbuat baik kepada mereka, namun mereka berbuat buruk kepadaku. Aku berlemah lembut dengan mereka, namun mereka berbuat kasar kepadaku.”
Maka Nabi SAW berkata, “Apabila benar demikian, maka seakan engkau menyuapi mereka pasir panas, dan Allah akan senantiasa menjadi Penolongmu selama engkau berbuat demikian.” (HR Muslim & Ahmad)
Mengamalkan sunnah-sunnah puasa tidak hanya menambah pahala, tetapi juga menjadikan ibadah puasa lebih bermakna dan sempurna. Dengan niat yang ikhlas dan konsistensi dalam beramal, puasa dapat menjadi sarana pembentukan pribadi yang lebih bertakwa dan berakhlak mulia. (ayi)