Dalil yang menjelaskan sholat tarawih di bulan Ramadhan:
Dari Jabir bin ‘Abdillah, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah sholat bersama kami di bulan Ramadhan sebanyak 8 rakaat lalu beliau berwitir. Pada malam berikutnya, kami pun berkumpul di masjid sambil berharap beliau akan keluar. Kami terus menantikan beliau di situ hingga datang waktu fajar. Lalu kami menemui beliau dan bertanya, ‘Ya Rasulallah, sesungguhnya kami menunggumu tadi malam, berharap engkau akan sholat bersama kami.’ Beliau menjawab, ‘Sesungguhnya aku khawatir jika akhirnya sholat itu menjadi wajib bagi kalian.’” (HR Ath-Thabrani, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah)
9. Memperbanyak Dzikir, Terutama Tahlil
Memperbanyak dzikir seperti membaca Laa Ilaaha Illallaah (tahlil) membantu menjaga lisan dan hati tetap bersih selama berpuasa.
Dzikir juga menjadi penguat keimanan dan ketenangan batin.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Barang siapa yang mengucapkan, ‘Laa ilaha illa allahu, wahdahu laa syarika lahu, lahu al-almulku wa lahu al- hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir’ sebanyak 100 kali dalam sehari, maka ia seperti memerdekakan 10 budak, dituliskan untuknya 100 kebaikan, dihapuskan untuknya 100 dosa, ia mendapatkan benteng dari setan pada hari tersebut hingga sore hari, dan tidak ada satu pun yang melakukan hal yang lebih baik dari dirinya melainkan orang yang mengamalkan (ucapan tersebut) lebih banyak darinya.” (HR Bukhari & Muslim)
10. Bersilaturahmi
Menjaga dan mempererat silaturahmi merupakan amalan sunnah yang bernilai ibadah.
Puasa menjadi momentum tepat untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

