Muhammadiyah menilai, penggunaan teknologi digital dalam hisab menjadi bagian dari ikhtiar modernisasi penentuan waktu ibadah, sejalan dengan semangat tajdid atau pembaruan yang selama ini diusung persyarikatan.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, penetapan awal Ramadan versi Muhammadiyah berpotensi berbeda dengan keputusan pemerintah yang biasanya menunggu hasil sidang isbat berbasis rukyat dan hisab.
Meski demikian, Muhammadiyah berharap perbedaan tersebut dapat disikapi dengan saling menghormati demi menjaga ukhuwah umat Islam. (ayi)

