Kegelisahan tersebut semakin kuat karena Netanyahu sendiri masih menghadapi berbagai perkara hukum lain.
Oposisi dan organisasi masyarakat sipil menuding adanya upaya menunda atau melemahkan proses peradilan melalui manuver politik dan tekanan institusional.
Lebih luas lagi, wafatnya Benny Sagi menjadi pengingat getir bagi dunia bahwa demokrasi, keamanan, dan perdamaian tidak dapat dipisahkan dari perlindungan terhadap independensi peradilan.
Ketika seorang hakim sebagai penjaga terakhir keadilan pergi secara mendadak, yang terancam bukan hanya satu perkara.
Yang turut terancam adalah kepercayaan masyarakat terhadap hukum itu sendiri.
Dalam dunia yang kian dipenuhi konflik, kepentingan ekonomi, dan tarik-menarik kekuasaan politik, kematian seorang hakim bukan sekadar tragedi personal.
Peristiwa ini menjadi cermin rapuhnya tatanan hukum yang seharusnya menjadi fondasi bagi kehidupan bersama yang adil, transparan, dan bermartabat. (ali)

