24 C
Makassar
18 January 2026, 19:33 PM WITA

Kematian Misterius Hakim Kunci Kasus Korupsi Netanyahu

Presiden Israel Isaac Herzog menyebut Sagi sebagai hakim brilian dan tajam dengan integritas tinggi.

Ketua Mahkamah Agung Israel, Isaac Amit, menggambarkannya sebagai pemimpin karismatik sekaligus sahabat yang hangat.

Menteri Kehakiman Yariv Levin menegaskan bahwa sejak awal masa jabatannya, Sagi berhasil membangun pengadilan yang dipercaya publik.

Otoritas Kehakiman Israel dalam pernyataan resmi menyebut kematian Sagi sebagai kehilangan besar bagi sistem hukum nasional.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa Sagi adalah hakim berbakat yang telah mencapai prestasi luar biasa di usia relatif muda.

Di balik jabatan dan reputasinya, Sagi adalah seorang suami dan ayah.

Ia meninggalkan seorang istri, seorang putri, dan dua putra.

Keluarga yang ditinggalkannya kini harus menerima kenyataan pahit bahwa pengabdian pada keadilan kerap menuntut harga yang sangat mahal.

Hingga awal 2026, media-media Israel melaporkan belum ada kejelasan mengenai siapa hakim pengganti yang akan melanjutkan penanganan Kasus 3000.

Ketidakpastian ini menambah daftar panjang kegelisahan publik tentang masa depan supremasi hukum di Israel.

Baca Juga: 
Indonesia dan Maroko Siap Menjadi Pilar Utama Pasukan Perdamaian Internasional di Gaza

Presiden Israel Isaac Herzog menyebut Sagi sebagai hakim brilian dan tajam dengan integritas tinggi.

Ketua Mahkamah Agung Israel, Isaac Amit, menggambarkannya sebagai pemimpin karismatik sekaligus sahabat yang hangat.

Menteri Kehakiman Yariv Levin menegaskan bahwa sejak awal masa jabatannya, Sagi berhasil membangun pengadilan yang dipercaya publik.

Otoritas Kehakiman Israel dalam pernyataan resmi menyebut kematian Sagi sebagai kehilangan besar bagi sistem hukum nasional.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa Sagi adalah hakim berbakat yang telah mencapai prestasi luar biasa di usia relatif muda.

Di balik jabatan dan reputasinya, Sagi adalah seorang suami dan ayah.

Ia meninggalkan seorang istri, seorang putri, dan dua putra.

Keluarga yang ditinggalkannya kini harus menerima kenyataan pahit bahwa pengabdian pada keadilan kerap menuntut harga yang sangat mahal.

Hingga awal 2026, media-media Israel melaporkan belum ada kejelasan mengenai siapa hakim pengganti yang akan melanjutkan penanganan Kasus 3000.

Ketidakpastian ini menambah daftar panjang kegelisahan publik tentang masa depan supremasi hukum di Israel.

Baca Juga: 
Inggris Terlibat dalam Operasi AS Menyita Tanker Berbendera Rusia di Atlantik Utara

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/