Sebagaimana dicatat The Jerusalem Post pada 6 Januari 2026, wafatnya Sagi secara otomatis menghentikan jalannya persidangan Kasus 3000.
Dalam sistem hukum Israel, penanganan perkara kompleks oleh hakim baru mengharuskan penelaahan ulang ribuan halaman dokumen.
Proses tersebut dapat memakan waktu berbulan-bulan dan membuka ruang penundaan yang panjang.
Menurut para pengamat hukum, penundaan semacam ini hampir selalu menguntungkan pihak terdakwa dalam kasus korupsi besar yang sensitif secara politik.
Keraguan publik juga dipicu oleh pola kecelakaan itu sendiri.
Dalam sejarah panjang konflik politik dan keamanan Israel, kecelakaan lalu lintas di titik-titik rawan kerap melahirkan spekulasi.
Spekulasi tersebut semakin menguat ketika kecelakaan melibatkan figur negara yang memegang peran strategis.
Sejumlah analis bahkan mengaitkannya dengan preseden kasus-kasus politik sebelumnya, termasuk skandal yang populer disebut “Qatargate”.
Skandal tersebut pernah menunjukkan bagaimana aparat keamanan dituding disalahgunakan untuk kepentingan politik internal.
Di tengah suasana duka, penghormatan terhadap Sagi mengalir dari berbagai penjuru dunia hukum dan politik Israel.

