Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyampaikan keprihatinan mendalam dan memperingatkan bahwa preseden intervensi militer ini berpotensi menciptakan kekacauan global.
Brasil dan Meksiko mengecam keras tindakan Amerika Serikat, dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyebutnya sebagai langkah menuju dunia yang dikuasai kekerasan dan hukum rimba.
Kuba menyebut serangan tersebut sebagai bentuk terorisme negara terhadap rakyat Venezuela dan Amerika Latin secara luas.
Qatar, Kanada, Ukraina, Norwegia, dan sejumlah negara lain menyerukan pengendalian diri, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta penyelesaian konflik melalui jalur damai.
Di tengah derasnya reaksi geopolitik, seruan Mufti Oman kembali menggema sebagai suara hati kemanusiaan yang mengingatkan dunia bahwa ketika hukum dilanggar dan nurani dibungkam, yang runtuh bukan hanya sebuah negara, melainkan martabat peradaban manusia itu sendiri.(ali)

