SulawesiPos.com – Direktur Utama Perum Bulog, Letjen Purn Ahmad Rizal Ramdhani, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Lingkungan dari Universitas Indonesia. Ia dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.
Ahmad Rizal mempertahankan disertasi bertajuk “Transformasi Tata Kelola Kolaboratif Pascapanen Padi Berkelanjutan di Indonesia dengan Pendekatan Soft Systems Methodology Based Multimethod”.
Sidang promosi doktor digelar pada 10 Oktober 2025 di Sekolah Ilmu Lingkungan UI, dengan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman turut hadir sebagai salah satu penguji.
Pencapaian ini menegaskan komitmen Rizal terhadap pembangunan berkelanjutan di sektor pangan.
Latar Belakang Karier Militer
Sebelum memimpin Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani adalah perwira tinggi TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal. Ia pernah menduduki berbagai posisi strategis, termasuk di bidang operasi dan pembinaan teritorial.
Karier militernya dikenal dengan disiplin, kepemimpinan kolaboratif, serta fokus pada ketahanan nasional.
Kiprah di Food Estate Papua Selatan
Selain kiprahnya di Bulog, Rizal juga dipercaya sebagai Komandan Satuan Tugas (Dan Satgas) Food Estate di Papua Selatan. Program strategis pemerintah ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dalam perannya, Rizal mengintegrasikan pendekatan militer yang tegas dengan strategi pembangunan berkelanjutan, sekaligus memastikan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan lahan.
Food Estate Papua Selatan menjadi salah satu proyek vital untuk mendukung kedaulatan pangan Indonesia, dengan Rizal berperan penting dalam tata kelola yang efisien, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Signifikansi
Kombinasi pengalaman militer dan akademik menjadikan Ahmad Rizal Ramdhani sosok yang mampu menjembatani dunia pertahanan, pangan, dan lingkungan.
Gelar doktor ini memperkuat legitimasi kepemimpinannya di Bulog sekaligus menegaskan komitmen terhadap transformasi tata kelola pangan berkelanjutan.
Dengan latar belakang sebagai Dan Satgas Food Estate, Rizal, Doktor ke 249 yang dihasilkan UI, diharapkan mampu membawa Bulog lebih adaptif dalam menghadapi tantangan pangan global.*

