Kategori: Makassar

Kepsek SMAN 15 Makassar Bantah Tampar Siswa, Akui Hanya Menegur

SulawesiPos.com — Kepala SMAN 15 Makassar, Laenre, S.Pd., M.H., membantah melakukan kekerasan terhadap seorang siswa yang dilaporkan ke Polrestabes Makassar. Ia mengaku hanya menegur siswa yang dinilai ribut di kelas.

“Tidak ada (kekerasaan) barangkali. Cuma saya marah-marah itu. Saya marah-marah itu karena kan begini ku tegur ki, saya bilang, ‘Nak jangan ki ribut,” kata Laenre saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, teguran tersebut diberikan karena suara siswa dianggap mengganggu.

Namun, menurutnya, siswa tetap ribut meski telah ditegur sehingga ia menaikkan suaranya.

“Jangan ki ribut, karena mengganggu itu. Nah, itu anak-anak tidak berhenti. Na tambah kasih besar suaranya.,” ujarnya.

Laenre mengatakan dirinya kemudian masuk ke kelas untuk menegur siswa secara langsung agar menghentikan keributan.

“Jadi saya marah-marah di kelasnya, saya masuk di kelasnya itu. Saya bilang, Jangan begitu, Nak. Kalau dilarang ki, berhenti ki,” tuturnya.

“Jadi tidak ada tidak ada itu kekerasannya,” tegas Laenre.

Sebut Teguran Berawal Saat Keliling Sekolah

Laenre menceritakan, saat kejadian, seluruh siswa di SMAN 15 Makassar sedang melakukan kerja bakti.

Dirinya pun sedang berkeliling memeriksa kelas untuk memastikan tidak ada kelas yang kosong karena guru tidak masuk.

Dalam perjalanan kembali, ia melihat seorang siswa berteriak di salah satu kelas.

“Dia habis dari WC itu buang air kecil barangkali. Saya itu habis keliling, dilihat kelas apakah ada kelas yang kosong, tidak masuk. Jadi pulang dari situ, saya lihat itu anak-anak, berteriak ki,” jelasnya.

Ia juga mengaku siswa tersebut memasukkan tangan ke saku sambil memerintahkan teman-temannya untuk membersihkan.

Laenre kemudian membalas perkataan siswa tersebut.

“Dia kasih masuk tangannya di kantong itu baru bilang, ‘Eh, kerja, kerja, kerja!’ Jadi saya bilang, ‘Eh, kau juga kerja, Nak,'” ceritanya.

“Kan ini kerja bakti ki sama-sama semua ini,” lanjut dia.

Ia mengaku menegur siswa karena ingin mendisiplinkan mereka dan memperbaiki perilaku siswa di sekolah.

“Saya ini sebagai kepala sekolah. Mau ka lihat itu baik-baik anak-anak, mau ka perbaiki akhlaknya,” ujar Laenre.

Ia juga mempertanyakan apakah seorang kepala sekolah seharusnya membiarkan siswa berteriak tanpa memberikan teguran.

“Apakah kalau ada begitu kita dilihati saja? Tidak usah mi ditegur-tegur?” katanya.

Laenre kembali menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan kekerasan sebagaimana yang dilaporkan.

Ia menyebut tindakannya hanya berupa ancang-ancang dan mengatakan ada guru lain di dalam kelas saat kejadian.

“Tidak ada. Itu cuma ancang-ancang. Ada juga gurunya itu di kelas itu,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa dirinya juga kerap menegur guru jika melakukan pelanggaran, termasuk datang terlambat.

“Apalagi kan saya kepala sekolah, artinya jangankan siswa, guru, guru saja biasa ku tegur kalau misalnya terlambat atau bagaimana, ya,” imbuhnya.

Dilaporkan ke Polrestabes Makassar

Sebelumnya, Kepala SMAN 15 Makassar, Laenre, dilaporkan ke Polrestabes Makassar atas dugaan kekerasan terhadap seorang siswa.

Laporan tersebut dibuat oleh Mariatang (44), ibu korban, dengan nomor LP/B/2629/X/2026/SPKT/Polrestabes Makassar/Polda Sulawesi Selatan.

Peristiwa yang dilaporkan disebut terjadi pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 08.00 Wita di lingkungan SMAN 15 Makassar, Jalan Ir. Sutami No. 7, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Berdasarkan uraian dalam laporan, kejadian bermula ketika korban selesai membersihkan kelas dan area sekitarnya, lalu beristirahat.

“Korban selesai membersihkan kelas dan sekitarnya kemudian istirahat,” demikian uraian kejadian dalam laporan yang diterima Jumat.

Laporan itu juga menyebut terlapor diduga menampar korban satu kali pada bagian wajah sebelah kanan hingga menimbulkan rasa sakit.

“Singkat cerita terlapor menempeleng korban satu kali pada muka sebelah kanan sehingga sakit,” demikian keterangan dalam laporan tersebut.

Yaslinda Utari

Bagikan
Diterbitkan oleh
Yaslinda Utari
Tag: Dugaan Kekerasan Oknum guru SMAN 15 Makassar