Kualitas Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, AQI Makassar Naik Tembus 179

SulawesiPos.com – Kualitas udara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kembali memburuk pada Kamis (15/10/2026) pagi.

Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai 179 pada pukul 07.10 Wita, naik dari 157 pada waktu yang sama sehari sebelumnya.

Berdasarkan pantauan SulawesiPos.com melalui laman AQI.in, konsentrasi partikel halus PM2.5 di Makassar mencapai 110 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut berada dalam kategori sangat tidak sehat, sehingga masyarakat perlu mewaspadai dampaknya terhadap kesehatan.

Prakirawan BBMKG Wilayah IV, Rizki Yudha, menyebut sumber kabut asap yang menyelimuti Makassar berasal dari dalam maupun luar Sulawesi Selatan.

“Dari Sulsel dan luar Sulsel,” kata Rizki dalam keterangan yang dikutip Kamis (15/10/2026).

PM2.5 merupakan partikel berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Paparan dalam konsentrasi tinggi berpotensi mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Masyarakat disarankan membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Makassar Hari Ini, Senin 31 Agustus 2026: Cerah Berawan, Waspada Udara Panas

Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus dapat membantu mengurangi paparan polusi.

SulawesiPos.com – Kualitas udara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kembali memburuk pada Kamis (15/10/2026) pagi.

Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai 179 pada pukul 07.10 Wita, naik dari 157 pada waktu yang sama sehari sebelumnya.

Berdasarkan pantauan SulawesiPos.com melalui laman AQI.in, konsentrasi partikel halus PM2.5 di Makassar mencapai 110 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut berada dalam kategori sangat tidak sehat, sehingga masyarakat perlu mewaspadai dampaknya terhadap kesehatan.

Prakirawan BBMKG Wilayah IV, Rizki Yudha, menyebut sumber kabut asap yang menyelimuti Makassar berasal dari dalam maupun luar Sulawesi Selatan.

“Dari Sulsel dan luar Sulsel,” kata Rizki dalam keterangan yang dikutip Kamis (15/10/2026).

PM2.5 merupakan partikel berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

Paparan dalam konsentrasi tinggi berpotensi mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Masyarakat disarankan membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

BACA JUGA:  Prakiraan Cuaca Sulsel Saat Lebaran Besok, Didominasi Hujan Ringan hingga Sedang

Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus dapat membantu mengurangi paparan polusi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru