Kategori: Makassar

Demokrasi Tak Cukup di Pemilu, Unhas dan CSIS Kaji Partisipasi Warga

SulawesiPos.com — Praktik dan dinamika demokrasi di tingkat lokal menjadi fokus penelitian kolaborasi Center for Peace, Conflict, and Democracy (CPCD) Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Studi ini disiapkan untuk memetakan kondisi demokrasi sekaligus menjadi dasar penyusunan program penguatan partisipasi masyarakat.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan di Ruang Rapat CPCD Unhas, Rabu (7/10/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal kedua lembaga untuk menyepakati desain penelitian, pembagian peran, serta jadwal pelaksanaan tahap pertama.

Penelitian tersebut merupakan bagian dari Proyek Partisipasi dengan tema Studi Diagnostik tentang Praktik dan Dinamika Demokrasi di Tingkat Lokal.

Pembahasan mencakup kerangka dan arah penelitian, tahapan pelaksanaan, hingga penjadwalan kegiatan agar proses studi berjalan terkoordinasi dan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

CPCD Unhas dan CSIS mengkaji demokrasi lokal untuk memetakan tantangan dan mendorong partisipasi masyarakat yang lebih inklusif.

Sekretaris CPCD Unhas, Dr. Andi Ahmad Yani, mengatakan kolaborasi ini diarahkan untuk memahami tantangan demokrasi berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.

“Kolaborasi CPCD Unhas dan CSIS ini bertujuan memahami praktik dan tantangan demokrasi di tingkat lokal, agar program penguatan demokrasi berpijak pada kebutuhan masyarakat dan mendorong partisipasi yang lebih inklusif,” ujar Dr. Andi Ahmad Yani kepada SulawesiPos.com, Jumat (9/10/2026).

Program Partisipasi atau The Indonesia Democratic Participation Program merupakan inisiatif yang didanai Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT). Program ini bertujuan mendukung partisipasi demokrasi, ketahanan demokrasi, dan tata kelola yang inklusif di Indonesia.

Untuk mencapai tujuan tersebut, program ini berfokus pada lima area utama, yakni integritas pemilu, keterlibatan parlemen, partisipasi dan edukasi sipil, media independen dan berkualitas, serta penanggulangan misinformasi dan disinformasi.

Kelima area tersebut dipandang saling berkaitan dalam membangun sistem demokrasi yang sehat, inklusif, dan tangguh.

Dalam pelaksanaannya, CSIS bersama CPCD dan pemerintah daerah akan menerapkan pendekatan pembangunan demokrasi yang dipimpin secara lokal, adaptif, serta mempertimbangkan konteks sosial, ekonomi, dan politik setempat.

Pendekatan ini diharapkan membuat keterlibatan komunitas akademis dan lembaga penelitian dalam memperkuat ketahanan demokrasi menjadi lebih bermakna dan berdampak.

Studi diagnostik tahap pertama diharapkan menghasilkan gambaran komprehensif mengenai praktik dan dinamika demokrasi di tingkat lokal.

Temuan penelitian tersebut nantinya menjadi landasan untuk merancang intervensi dan program lanjutan dalam Proyek Partisipasi.

Yaslinda Utari

Bagikan
Diterbitkan oleh
Yaslinda Utari
Tag: CPCD Unhas CSIS demokrasi lokal Partisipasi Masyarakat Unhas