Ilustrasi SUV melaju di Jalan Poros Malino menuju kawasan dataran tinggi Gowa.
SulawesiPos.com – Perjalanan menuju Malino di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, membawa pengendara dari Makassar menuju kawasan dataran tinggi dengan ketinggian berkisar antara 1.000 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut.
Rute utama menuju Malino melalui Jalan Poros Malino yang berstatus jalan provinsi memiliki kombinasi tanjakan, tikungan, dan perubahan kondisi jalan sepanjang perjalanan.
Pada awal Agustus 2026, sejumlah bagian Poros Malino masih dalam proses pekerjaan jalan, sementara beberapa ruas memiliki permukaan yang perlu dilalui dengan menyesuaikan kecepatan kendaraan.
Memasuki Kelurahan Malino, kondisi jalan berangsur lebih baik, sedangkan kawasan Parangloe seperti Bontoparang, Lanna, dan area Pasar Bontojai-Borisallo memiliki karakter perjalanan yang tetap perlu diperhatikan pengendara.
Musim kemarau di Sulawesi Selatan juga membuat kondisi udara lebih berdebu di sejumlah bagian Poros Malino, sementara kawasan dataran tinggi dapat menghadirkan kabut pada kondisi tertentu.
Sebelum berangkat, sistem pengereman menjadi salah satu bagian utama yang perlu diperiksa, mulai dari ketebalan kampas, kondisi minyak rem, hingga fungsi rem tangan.
Warna minyak rem yang berubah menjadi cokelat gelap atau keruh, terutama ketika pedal terasa lebih dalam dari biasanya, dapat menjadi tanda perlunya pemeriksaan lebih lanjut.
Berikutnya, tekanan angin ban perlu disesuaikan dengan spesifikasi pada stiker di bingkai pintu pengemudi agar pengendalian tetap nyaman selama perjalanan.
Kondisi dinding dan tapak ban juga perlu dilihat, termasuk kemungkinan munculnya benjolan, terlebih sejumlah bagian Poros Malino masih memiliki permukaan jalan berlubang.
Memasuki bagian mesin, air radiator, kipas, selang, dan coolant dapat diperiksa untuk memastikan sistem pendingin berada dalam kondisi yang sesuai sebelum menghadapi perjalanan menanjak.
Level oli mesin dan minyak rem juga perlu diperhatikan, sedangkan pemilik mobil matik dapat memeriksa kondisi cairan transmisi sebelum kendaraan digunakan.
Debu yang muncul di sepanjang Poros Malino pada musim kemarau membuat karet wiper dan cairan washer turut perlu disiapkan agar pandangan pengemudi tetap jelas.
Lampu kendaraan, termasuk lampu kabut, juga sebaiknya diperiksa untuk memastikan seluruhnya berfungsi ketika pengemudi menghadapi kondisi berkabut di kawasan Malino.
Selain kondisi kendaraan, perlengkapan seperti dongkrak, kunci roda, segitiga pengaman, ban serep, dan kit tambal ban dapat disiapkan sebelum perjalanan.
Saat menghadapi tanjakan, pengendara perlu menjaga momentum kendaraan sebelum memasuki ruas menanjak serta menggunakan gigi yang sesuai agar mobil tetap mudah dikendalikan.
Pada mobil manual, penggunaan gigi yang sesuai juga membantu pengemudi menghadapi tanjakan tanpa harus menahan setengah kopling terlalu lama selama perjalanan.
Ketika menghadapi turunan, terutama saat perjalanan dari Malino menuju dataran rendah, engine brake dapat dimanfaatkan sebelum mengandalkan rem kaki secara berlebihan.
Pengereman pada turunan sebaiknya dilakukan secara bertahap, sementara kecepatan kendaraan perlu dikurangi sebelum memasuki tikungan untuk menjaga kendali sepanjang perjalanan.
Pengendara juga perlu menjaga jarak aman terhadap kendaraan lain dan menghindari pengereman mendadak ketika kendaraan sudah berada di dalam tikungan.
Sebelum berangkat, kondisi cuaca dan keadaan jalan terbaru tetap perlu diperhatikan karena situasi perjalanan dapat berubah selama perjalanan menuju kawasan dataran tinggi.
Perjalanan menuju Malino akan terasa lebih siap ketika kondisi mobil sudah diperiksa dan pengemudi memahami karakter rute yang akan dilalui.