Categories: Makassar

Pemprov Sulsel Kebut Proyek Jalan Jelang Musim Hujan, Aroepala Capai 45 Persen

SulawesiPos.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mempercepat pengerjaan sejumlah proyek jalan menjelang musim hujan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga progres pembangunan tetap sesuai target, terutama pada pekerjaan jalan dan drainase yang berpotensi terdampak curah hujan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan sejumlah paket preservasi jalan masih berjalan sesuai jadwal.

Berdasarkan progres per 20 September 2026, terdapat enam paket penanganan preservasi jalan.

Tiga paket mencatat realisasi di bawah rencana, sementara tiga paket lainnya telah melampaui target mingguan.

Paket Preservasi Jalan 1 memiliki rencana progres 41,16 persen dengan realisasi 40,55 persen atau deviasi minus 0,61 persen.

Paket 2 mencatat rencana progres 34,736 persen, sedangkan realisasinya baru 28,722 persen atau deviasi minus 5,964 persen.

Sementara itu, Paket 3 mencatat progres positif. Dari rencana 28,639 persen, realisasi pekerjaan telah mencapai 34,691 persen atau deviasi positif 6,052 persen.

Paket 4 memiliki rencana progres 18,83 persen dengan realisasi 15,13 persen atau deviasi minus 3,7 persen.

Adapun Paket 5 mencatat realisasi sedikit di atas target, yakni 26,236 persen dari rencana 26,081 persen atau deviasi positif 0,155 persen.

Paket 6 juga berada di atas target dengan rencana progres 3,83 persen dan realisasi 6,12 persen atau deviasi positif 2,29 persen.

Meski terdapat sejumlah paket yang realisasinya masih di bawah rencana, Andi memastikan pengerjaan enam paket preservasi jalan tersebut secara keseluruhan masih berjalan sesuai jadwal.

“Kalau paket lain, saya kira masih on schedule semuanya. Masih jalan sesuai dengan schedule-nya,” kata Andi Ihsan, Rabu, 30/9/2026.

Percepatan juga dilakukan pada sejumlah ruas strategis di Sulsel.

Salah satunya Jalan Aroepala di Makassar yang progres pengerjaannya kini berada di kisaran 43-45 persen.

Dari total pekerjaan tersebut, sepanjang 1,8 kilometer telah rampung dikerjakan menggunakan konstruksi beton dengan ketebalan 40 sentimeter.

“Sekarang untuk Aroepala itu sekitar 43–45 persen. Jadi 1,8 kilometer itu yang sudah tuntas, beton dengan tebal 40 sentimeter,” ujarnya.

Sementara sekitar 800 meter lainnya masih dalam tahap penyelesaian saluran.

Pekerjaan drainase menjadi bagian penting yang dikebut seiring ancaman hujan yang berpotensi memengaruhi pengerjaan fisik.

Pemprov Sulsel juga mempercepat pembangunan ruas BTP-Moncongloe.

Ruas tersebut ditargetkan dapat diselesaikan tahun ini karena menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat.

“Insyaallah kami usahakan, karena itu kan hal yang vital,” katanya.

Pekerjaan BTP-Moncongloe menggunakan konstruksi beton sepanjang sekitar 500 meter dan mencakup pembangunan drainase.

Pekerjaan drainase saat ini telah dimulai dan ditargetkan dalam satu hingga dua pekan masuk tahap pengecoran dasar.

Konstruksi jalan tersebut terdiri atas lapisan dasar setebal 10 sentimeter dan rigid pavement utama 30 sentimeter.

Dengan demikian, total ketebalan konstruksi mencapai 40 sentimeter.

Selain proyek yang sedang dikerjakan, Pemprov Sulsel juga menyiapkan pembenahan sekitar 1.200 hingga 1.300 kilometer ruas jalan pada tahun berjalan.

Penanganan tersebut tidak seluruhnya berupa pengaspalan.

Pekerjaan mencakup rigid pavement, pemeliharaan rutin, rehabilitasi mayor, rehabilitasi minor, hingga rekonstruksi.

Dengan percepatan tersebut, Pemprov Sulsel berupaya mempertahankan progres pekerjaan sejumlah ruas jalan agar tetap berjalan sesuai target meski memasuki periode dengan potensi curah hujan tinggi.

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: Pemprov Sulsel Jalan Aroepala perbaikan jalan Makassar