Jalan Aroepala di perbatasan Makassar-Gowa ditargetkan dibuka penuh pada Jumat (25/9/2026). Foto: SPos/Tari.
SulawesiPos.com – Pengguna jalan yang melintasi Jalan Aroepala di perbatasan Makassar-Gowa tak lama lagi dapat kembali berkendara tanpa harus bergantian melewati titik pengerjaan proyek.
Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulawesi Selatan menargetkan seluruh ruas Jalan Aroepala sudah dapat dibuka untuk kendaraan roda dua maupun roda empat pada Jumat (25/9/2026).
Saat ini, pekerjaan perkerasan beton di sepanjang ruas tersebut telah rampung. Sejumlah titik masih ditutup sementara untuk menunggu beton mencapai umur yang dipersyaratkan sebelum dapat dilalui kendaraan.
Kepala Bidang Jalan Dinas BMBK Sulsel, Muh Rosyadi mengatakan beton diperkirakan telah mencapai umur yang cukup pada Jumat mendatang.
“Rencana hari Jumat tanggal 25 September sudah bisa dibuka full,” kata Rosyadi, Rabu (23/9).
Dengan dibukanya seluruh ruas, kendaraan tidak lagi harus bergantian melewati bagian jalan yang sebelumnya masih dalam pengerjaan.
Rosyadi memastikan pekerjaan perkerasan beton rigid di Jalan Aroepala telah diselesaikan seluruhnya.
“Pelaksanaan pekerjaan Aroepala untuk perkerasan beton rigid sudah selesai semua,” ujarnya.
Jalan Aroepala merupakan salah satu ruas yang mendapat penanganan melalui skema Multi Years Contract (MYC) dalam APBD Sulsel Tahun Anggaran 2025-2027.
Ruas jalan sepanjang sekitar 1,8 kilometer tersebut menggunakan konstruksi beton dengan total ketebalan mencapai 40 sentimeter.
Struktur jalan terdiri atas lapisan lean concrete atau beton dasar setebal 10 sentimeter dan concrete pavement atau beton utama setebal 30 sentimeter.
Konstruksi rigid pavement menggunakan pelat beton semen sebagai lapisan permukaan utama. Sistem tersebut digunakan untuk meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban kendaraan dan penggunaan dalam jangka panjang.
Meski proyek MYC masih berlangsung hingga 2027, pengerjaan ruas Jalan Aroepala dapat diselesaikan lebih cepat dari target keseluruhan proyek.
Pekerjaan tersebut masuk dalam Paket 1 preservasi jalan dengan nilai kontrak sekitar Rp430,7 miliar.
Paket tersebut mencakup penanganan jalan sepanjang 300,24 kilometer di sejumlah wilayah Sulsel. Pekerjaan preservasi dilaksanakan oleh PT Permata Tristar Kharisma KSO.
Sebelum mendapat penanganan, Jalan Aroepala menjadi salah satu ruas yang kerap dikeluhkan pengguna jalan.
Kondisi jalan berlubang, debu, hingga persoalan drainase menjadi sejumlah masalah yang dirasakan warga.
Saat pekerjaan konstruksi dimulai, pengguna jalan kembali menghadapi kepadatan lalu lintas akibat pengaturan dan pembatasan di sejumlah titik.
Kini Pemprov Sulsel melakukan penanganan menggunakan konstruksi beton rigid yang diharapkan memiliki umur layanan lebih panjang.
Jalan Aroepala merupakan bagian dari jaringan jalan yang ditangani dalam Paket 1 preservasi jalan melalui skema MYC.
Selain Aroepala sepanjang 1,80 kilometer, di Kota Makassar paket tersebut juga mencakup Jalan Hertasning sepanjang 1,80 kilometer.
Sementara di Kabupaten Gowa, penanganan mencakup Jalan Tun Abdul Razak sepanjang 3,68 kilometer, Jalan HM Yasin Limpo 7,85 kilometer, ruas Burung-Burung-Bili-Bili 6,95 kilometer, Sungguminasa-Malino 61,40 kilometer, serta Malino-Batas Sinjai 37,60 kilometer.
Di Kabupaten Sinjai, pekerjaan meliputi ruas Batas Gowa-Tondong sepanjang 49,82 kilometer, Botolempangan-Batubelerang-Batas Bulukumba 24,30 kilometer, serta Batas Bulukumba-Sanjai-Sinjai 21,78 kilometer.
Adapun di Kabupaten Bulukumba, penanganan mencakup Batas Sinjai-Palampang sepanjang 15,86 kilometer, Tanete-Tanaberu 56,88 kilometer, serta Kalimporo-Sumalaya-Batas Sinjai 10,52 kilometer.
Jika Jalan Aroepala dibuka penuh pada Jumat mendatang, masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut diharapkan dapat kembali menikmati perjalanan yang lebih lancar.
Penyelesaian pekerjaan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antara Kota Makassar dan Kabupaten Gowa melalui peningkatan kualitas infrastruktur jalan.