Dr Arifin Manggau MPd menjadi pendaftar pertama bakal calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031 setelah menyerahkan berkas di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor, Menara Pinisi UNM, Kota Makassar, Senin (21/9/2026).
SulawesiPos.com – Dr Arifin Manggau MPd menjadi pendaftar pertama bakal calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031 setelah menyerahkan berkas di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor, Menara Pinisi UNM, Kota Makassar, Senin (21/9/2026).
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni itu membawa pengalaman panjang sebagai dosen, pengelola lembaga kampus, pimpinan bidang kemahasiswaan, serta seniman yang dikenal melalui karya Mars Sulawesi Selatan.
Pendaftaran bakal calon rektor dibuka pada 21 September hingga 9 Oktober 2026, sehingga status Arifin saat ini masih sebagai pendaftar atau bakal calon dan harus mengikuti verifikasi berkas, penyampaian visi-misi, serta tahapan penyaringan oleh Senat UNM.
Arifin datang ke sekretariat pendaftaran dengan didampingi sejumlah sahabat dari kalangan dosen dan seniman.
Ia sebelumnya menyatakan kesiapan maju dalam Pilrek UNM setelah menilai pengalaman sebagai alumni dan pimpinan bidang kemahasiswaan memberinya pemahaman mengenai kebutuhan pengembangan kampus.
“Saya terpanggil untuk membangun dan membesarkan UNM Makassar,” kata Arifin.
Arifin Manggau lahir di Ujungpandang, yang kini dikenal sebagai Makassar, pada 2 April 1974.
Pria yang akrab disapa Daeng Iping itu menyelesaikan pendidikan sarjana pada Program Studi Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni UNM, pada 1999.
Dua tahun kemudian, ia meraih gelar magister pendidikan dari Program Pascasarjana UNM pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dengan konsentrasi Pendidikan Antropologi.
Perjalanan akademiknya berlanjut ke Universitas Negeri Semarang dengan mengambil pendidikan doktoral bidang Pendidikan Seni pada 2015–2018.
Ia meraih gelar doktor pada 2018 dan tercatat sebagai salah satu wisudawan terbaik Program Pascasarjana UNNES pada tahun yang sama.
Latar pendidikan seni dan antropologi tersebut menjadi dasar yang menghubungkan aktivitas akademik Arifin dengan pengembangan kebudayaan, kemahasiswaan, serta pemberdayaan masyarakat.
Arifin memulai karier sebagai dosen UNM pada 2006 di Fakultas Seni dan Desain, Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik.
Pada 2016–2018, ia dipercaya menjadi Staf Ahli Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNM.
Tugas tersebut menjadi pintu masuk bagi Arifin untuk terlibat lebih jauh dalam pengelolaan organisasi kemahasiswaan, pembinaan prestasi, serta penguatan kegiatan mahasiswa.
Ia kemudian menjabat Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Media Pembelajaran UNM pada 2018–2020.
Pada 2020–2024, Arifin memimpin Pusat Kuliah Kerja Nyata dan Pemberdayaan Masyarakat UNM.
Dalam periode yang sama, ia juga pernah menjalankan tugas sebagai Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan Fakultas Seni dan Desain.
Arifin tercatat sebagai anggota Senat UNM dan Senat Fakultas Seni dan Desain sejak 2023 serta menjadi asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan.
Rekam birokrasi tersebut berlanjut ketika ia dilantik sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNM untuk masa bakti 2024–2028 pada 15 Juli 2024.
Di bidang kemahasiswaan, ia terlibat dalam pembinaan organisasi mahasiswa, kewirausahaan, prestasi ilmiah, olahraga, dan seni.
Ia juga tercatat sebagai Pembina Kelompok Seni Aksara Fakultas Ilmu Pendidikan UNM sejak 2010 serta menjadi pembina sejumlah unit kegiatan mahasiswa, termasuk UKM SAR dan Teater Kampus Fakultas Seni dan Desain.
Di luar tugas akademik, Arifin dikenal sebagai seniman dan penggerak kebudayaan Sulawesi Selatan.
Karya yang paling dikenal adalah Mars Sulawesi Selatan yang membuatnya menerima penghargaan dari pemerintah provinsi pada 2 Mei 2018.
Ia juga menciptakan sejumlah mars dan himne, antara lain Mars dan Himne IKA UNM, Mars Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNM, Mars Fakultas Teknik UNM, Mars Fakultas Bahasa dan Sastra, Mars LP2M UNM, serta Mars Aksara FIP UNM.
Arifin pernah menerbitkan buku “Bermain Musik Lewat Media Kecapi Tradisional Sulsel” pada 1999 dan “Peralatan Musik Tradisional Sulawesi Selatan” pada 2008.
Pengalaman panggungnya juga melampaui lingkungan kampus.
Ia menjadi penata musik iringan tari untuk misi seni Indonesia ke Jerman, Belanda, Singapura, Thailand, dan Prancis pada 1997–2004.
Arifin kemudian terlibat dalam tur pertunjukan I La Galigo karya sutradara Robert Wilson sebagai musisi pada 2004–2010 di sejumlah negara, termasuk Singapura, Belanda, Spanyol, Italia, Australia, Prancis, dan Amerika Serikat.
Pengalaman tersebut membuat aktivitas akademiknya tidak terpisah dari praktik seni, produksi budaya, dan pengabdian kepada masyarakat.
Arifin aktif dalam Asosiasi Pendidikan Seni Indonesia dan memimpin Ikatan Alumni Konri/SMKI serta SMK Negeri 2 Sungguminasa.
Ia juga menjabat Ketua Dewan Kesenian Sulawesi Selatan periode 2024–2029 dan pernah dipercaya sebagai anggota steering committee dalam Musyawarah Nasional Dewan Kesenian Nasional 2024.
Pengalamannya di bidang akademik, kemahasiswaan, seni, dan organisasi menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawa dalam pencalonan Rektor UNM.
Arifin berharap proses Pilrek UNM berlangsung demokratis dan transparan serta menghasilkan pemimpin yang mampu membawa kampus semakin maju.
“Yang terpenting adalah bagaimana UNM terus berkembang, semakin unggul, dan mampu memberikan kontribusi bagi pendidikan tinggi di Indonesia,” katanya.
Pendaftaran Arifin menjadi langkah awal dalam tahapan Pilrek UNM 2027–2031 yang masih akan diikuti kandidat lain hingga batas akhir pendaftaran pada 9 Oktober 2026.*