Categories: Makassar

Kunjungi PLTB Sidrap, ESDM Dorong Unhas Kaji Potensi Energi Angin Sulsel

SulawesiPos.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI mendorong Universitas Hasanuddin (Unhas) mengkaji secara spesifik potensi energi angin di Sulawesi Selatan untuk mendukung pengembangan energi terbarukan dan sistem kelistrikan daerah.

Dorongan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM RI, Prof. Dr. Eng. Enita Listiani Dewi, saat mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, Jumat (11/9/2026).

Menurut Enita, kajian berbasis data diperlukan karena karakteristik angin berbeda di setiap wilayah.

Informasi tersebut penting untuk menentukan potensi pemanfaatan energi angin, termasuk dalam mendukung pasokan listrik ketika produksi pembangkit listrik tenaga air menurun pada musim kering.

“Karena karakteristik angin di setiap wilayah berbeda, maka perlu kajian yang spesifik,” ujar Prof Enita.

Ia menyebut pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu di Indonesia masih memiliki ruang yang besar. Berdasarkan proyeksi, kapasitas PLTB nasional berpotensi mencapai sekitar 1 gigawatt dalam 10 tahun mendatang.

Saat ini, kapasitas PLTB yang telah terbangun mencapai 75 megawatt, salah satunya berada di Sidrap. Enita juga menyebut adanya rencana penambahan kapasitas sebesar 70 megawatt di lokasi tersebut.

“Saya dengar akan diekspansi menjadi tambahan 70 megawatt. Semoga bisa segera terealisasi,” katanya.

Unhas Siapkan Riset Energi Terbarukan

Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas, Prof. Dr. Amir Ilyas, mengatakan Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis dalam pengembangan energi hijau di kawasan Indonesia Timur.

Menurutnya, potensi energi terbarukan di Sulsel dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi dan menjadi ruang penelitian dan inovasi untuk mempercepat transisi energi.

“Sulawesi Selatan adalah lumbung energi hijau Indonesia Timur. Kita memiliki koridor angin terbaik di PLTB Jeneponto dan Sidrap,” sebut Prof Amir Ilyas.

Selain energi angin, Unhas mengembangkan sejumlah riset yang diarahkan pada penerapan teknologi energi terbarukan.

Di antaranya PLTS terapung berbasis Internet of Things (IoT), sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS), serta pemanfaatan biomassa dari limbah pertanian.

Direktur Pengelolaan Usaha dan Optimalisasi Aset Unhas, Dr. Ir. M. Yahya Siradjuddin, mengatakan perguruan tinggi berkomitmen menyediakan data dan kajian ilmiah yang dapat menjadi dasar pengembangan proyek energi terbarukan.

“Melalui Laboratorium Energi Terbarukan di Unhas serta kolaborasi riset dengan lembaga global, Unhas memposisikan diri sebagai think-tank utama,” ujarnya.

Unhas juga akan memperkuat penyediaan data ilmiah, pemodelan kebijakan energi, dan studi kelayakan untuk mendukung proyek-proyek strategis energi, khususnya di Kawasan Timur Indonesia.

Kunjungan Kementerian ESDM ke PLTB Sidrap tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi dalam mengoptimalkan potensi energi terbarukan di Sulawesi Selatan.

Kegiatan itu turut dihadiri jajaran Unhas, termasuk Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Prof. Dr. Amir Ilyas dan Direktur Pengelolaan Usaha dan Optimalisasi Aset Dr. Ir. M. Yahya Siradjuddin.

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: Kementerian ESDM Laboratorium Energi Terbarukan PLTB Sidrap Prof Amir Ilyas Universitas Hasanuddin Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas