Prof Andi Aslinda, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Makassar (UNM) sekaligus perempuan pertama yang menduduki jabatan wakil rektor di kampus tersebut. Ia menyatakan siap maju dalam Pemilihan Rektor UNM periode 2027–2031
SulawesiPos.com – Prof Andi Aslinda, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Makassar (UNM) sekaligus perempuan pertama yang menduduki jabatan wakil rektor di kampus tersebut. Ia menyatakan siap maju dalam Pemilihan Rektor UNM periode 2027–2031 dengan membawa rekam karier dari pengelola program studi hingga Guru Besar Kebijakan Publik.
Kesiapan itu disampaikan di Makassar setelah panitia mengumumkan tahapan pemilihan, menjelang pendaftaran bakal calon pada 21 September hingga 9 Oktober 2026, dengan visi menjadikan UNM lebih adaptif, berdaya saing global, dan tetap kuat dalam tradisi akademik di tengah transformasi pendidikan tinggi.
Status Aslinda saat ini masih bakal calon karena tahapan pendaftaran resmi belum dimulai.
“Sebagai bagian dari civitas akademika yang telah lama mendedikasikan diri di UNM, saya merasa memiliki tanggung jawab moral dan institusional untuk melanjutkan estafet kepemimpinan serta membawa UNM melompat lebih tinggi lagi ke depan,” ujar Prof Aslinda.
Dalam kepemimpinan akademik UNM, ia mengawal penyesuaian kurikulum berbasis Outcome-Based Education atau OBE, pembelajaran transformatif, penguatan akreditasi nasional dan internasional program studi, serta digitalisasi sistem akademik.
Panitia Pilrek UNM menjadwalkan penjaringan internal untuk memilih tiga nama pada November 2026, sebelum pemilihan akhir bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Desember 2026 serta penetapan rektor terpilih pada Januari 2027.
Prof. Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Si. lahir di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada 10 Oktober 1969.
Riwayat pendidikan yang dipublikasikan mencatat ia menyelesaikan pendidikan sarjana Administrasi Negara di Universitas Hasanuddin pada 1988, magister Administrasi Pembangunan di kampus yang sama pada 2000, dan doktor Ilmu Administrasi Publik pada 2014.
Dalam promosi doktornya, Aslinda meneliti “Model Koalisi Advokasi dalam Perubahan Kebijakan Tata Ruang di Kota Makassar”, tema yang kelak berkelindan dengan bidang keilmuannya sebagai profesor kebijakan publik.
Sebelum berkarier di UNM, ia tercatat pernah mengajar di Politeknik Pertanian Pangkep.
Jejak kepemimpinannya di UNM tumbuh dari tingkat program studi ketika ia menjadi Sekretaris Program Studi Ilmu Administrasi Negara pada 2019–2020, kemudian dipercaya memimpin Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis hingga 2022.
Karier tersebut berlanjut saat ia menjabat Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum yang menangani administrasi umum dan keuangan, sebelum dilantik sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik pada Juli 2024.
Pelantikan itu menorehkan sejarah karena Aslinda menjadi perempuan pertama yang menjabat wakil rektor sejak UNM berganti nama dari IKIP Ujung Pandang pada 1999.
Di luar aktivitas kampus, Aslinda memimpin Yayasan Pendidikan Balik Diwa Makassar, lembaga yang menaungi Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa.
Ia juga tercatat aktif dalam Kerukunan Keluarga Pinrang, organisasi alumni Fakultas Ilmu Sosial, serta sejumlah wadah profesi administrasi dan pendidikan.
Sumber terbuka yang ditelusuri tidak memuat informasi terverifikasi mengenai pasangan dan anaknya, sehingga bagian kehidupan keluarga tersebut tidak dicantumkan untuk menjaga akurasi dan privasi.
Aslinda dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Kebijakan Publik pada 25 Oktober 2023 di Menara Pinisi UNM dan tercatat sebagai profesor ke-162 yang dikukuhkan kampus tersebut.
Dalam orasi ilmiah berjudul “Advocation Coalition Framework dalam Perubahan Kebijakan Publik”, ia membahas bagaimana koalisi advokasi dapat memengaruhi perubahan kebijakan serta relasi pemerintah dengan kepentingan masyarakat.
“Saat ini kebijakan publik berada dalam wilayah tentang apa yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh pemerintah selaku pembuat kebijakan untuk mensejahterakan rakyatnya,” jelas Aslinda dalam orasi tersebut.
Rekam akademiknya mencakup pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, publikasi pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q2, Q3, dan Q4, artikel dalam jurnal nasional terindeks Sinta, serta partisipasi dalam konferensi nasional dan internasional.
Ia juga menjalankan program pengabdian kepada masyarakat yang memperoleh dukungan pemerintah daerah dan kementerian, serta terlibat dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, termasuk Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia dan Kedaireka.
Pada Juli 2026, Aslinda memimpin pelaksanaan Pelatihan Fasilitator Pembelajaran Transformatif ketika UNM menjadi satu dari tiga perguruan tinggi Indonesia yang dipercaya menjalankan program tersebut bersama Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Negeri Malang.
Pelatihan di Makassar itu diikuti 60 peserta, terdiri atas 35 dosen UNM dan 25 dosen dari perguruan tinggi lain, dengan dukungan sepuluh fasilitator dan integrasi materi melalui SISTER serta Learning Management System.
“Kepercayaan ini merupakan amanah yang sangat berarti bagi Universitas Negeri Makassar untuk terus berkontribusi dalam mendukung transformasi pembelajaran di perguruan tinggi Indonesia,” ujar Aslinda.
Di ranah organisasi keilmuan, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Indonesian Association for Public Administration Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat periode 2025–2028 pada Agustus 2025.
Ia menyatakan organisasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pengembangan keilmuan, kualitas tata kelola, kolaborasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ini. Bersama seluruh pengurus dan anggota, IAPA Sulawesi Selatan Barat akan terus berkontribusi bagi pengembangan keilmuan, peningkatan kualitas tata kelola, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian pendidikan, jabatan akademik, kepemimpinan organisasi, dan program transformasi pembelajaran itu kini menjadi rekam jejak yang dibawa Aslinda menuju tahapan resmi Pilrek UNM 2027–2031.
• Nama lengkap: Prof. Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Si.
• Nama populer: Prof Andi Aslinda
• Tempat, tanggal lahir: Pinrang, 10 Oktober 1969
• Asal daerah: Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan
• Profesi: Akademisi dan Guru Besar Kebijakan Publik
• Institusi: Universitas Negeri Makassar (UNM)
• Jabatan saat ini: Wakil Rektor Bidang Akademik atau Wakil Rektor I UNM
• Catatan sejarah: Perempuan pertama yang menjabat wakil rektor UNM sejak perubahan nama IKIP Ujung Pandang menjadi UNM pada 1999
• Status Pilrek UNM: Menyatakan siap maju dalam Pemilihan Rektor UNM periode 2027–2031; belum berstatus calon terdaftar karena pendaftaran dijadwalkan pada 21 September–9 Oktober 2026
• Sarjana: Administrasi Negara, Universitas Hasanuddin, lulus 1988
• Magister: Administrasi Pembangunan, Universitas Hasanuddin, lulus 2000
• Doktor: Ilmu Administrasi Publik, Universitas Hasanuddin, lulus 2014
• Judul penelitian doktor: “Model Koalisi Advokasi dalam Perubahan Kebijakan Tata Ruang di Kota Makassar”
• Bidang keilmuan: Kebijakan publik dan administrasi publik
• Pernah mengajar di Politeknik Pertanian Pangkep sebelum berkarier di UNM
• Sekretaris Program Studi Ilmu Administrasi Negara FIS-H UNM periode 2019–2020
• Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis hingga 2022
• Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM, membidangi administrasi umum dan keuangan
• Dikukuhkan sebagai Guru Besar Kebijakan Publik pada 25 Oktober 2023
• Dilantik sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik UNM pada Juli 2024
• Menjadi profesor ke-162 yang dikukuhkan UNM
• Menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Advocation Coalition Framework dalam Perubahan Kebijakan Publik”
• Memiliki publikasi pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q2, Q3, dan Q4
• Memublikasikan karya ilmiah dalam jurnal nasional terindeks Sinta
• Aktif mengikuti konferensi nasional dan internasional
• Menjalankan program pengabdian kepada masyarakat yang didukung pemerintah daerah dan kementerian
• Terlibat dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, termasuk Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia dan Kedaireka
• Mengawal penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education di UNM
• Mendorong pembelajaran transformatif, digitalisasi sistem akademik, serta akreditasi nasional dan internasional program studi
• Memimpin Pelatihan Fasilitator Pembelajaran Transformatif 2026 ketika UNM menjadi satu dari tiga perguruan tinggi pelaksana di Indonesia
• Ketua Indonesian Association for Public Administration Sulawesi Selatan–Sulawesi Barat periode 2025–2028
• Ketua Yayasan Pendidikan Balik Diwa Makassar
• Aktif dalam Kerukunan Keluarga Pinrang
• Aktif dalam organisasi alumni Fakultas Ilmu Sosial
• Terlibat dalam sejumlah organisasi profesi bidang administrasi dan pendidikan
• Prof Andi Aslinda berasal dari Kabupaten Pinrang dan tetap aktif dalam organisasi kekeluargaan daerahnya
• Aktivitas di luar kampus yang diketahui publik berfokus pada pendidikan, organisasi profesi, dan pengabdian masyarakat
Prof Andi Aslinda membawa gagasan menjadikan UNM semakin adaptif, berdaya saing global, serta mempertahankan keunggulan akademik di tengah transformasi pendidikan tinggi.*