Salah satu rumah yang terdampak kebakaran Asrama Mattoanging, Kelurahan Pabatang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Selasa (1/9/2026) siang. Foto: Abud/SPos.
SulawesiPos.com – Warga terdampak kebakaran Asrama TNI Mattoanging, Kelurahan Pabatang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, berharap proses perbaikan rumah yang terdampak segera dilakukan. Hingga Kamis (3/9/2026), mereka masih bertahan di tenda pengungsian sementara di sekitar lokasi kejadian.
Harapan tersebut disampaikan salah satu warga terdampak, Hidayat. Ia berharap proses perbaikan dapat segera dilakukan mengingat kondisi rumah warga yang terdampak masih belum dapat ditempati.
“Mungkin sementara diurus (proses perbaikan), mudah-mudahan kita secepatnya kasihan toh, karena yang terdampak di sini yah begitulah, bisa dilihat di lapangan,” ujar Hidayat.
Berdasarkan pantauan reporter di lokasi, para pengungsi tampak memadati tenda pengungsian sementara. Mereka terlihat duduk dan beristirahat di kursi maupun di area tenda.
Sejumlah barang yang berhasil diselamatkan dari rumah masih tersusun di sekitar mereka. Di dalam tenda juga terlihat tersedia kipas angin, kardus bantuan, perlengkapan tidur, pakaian, serta kebutuhan sehari-hari.
Hidayat mengatakan, kebutuhan makanan para pengungsi sejauh ini masih terpenuhi. Bantuan datang dari masyarakat maupun pihak lainnya, termasuk saat Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, meninjau langsung lokasi.
“Alhamdulillah ada bantuan dari mayarakjat apalagi bapak panglima, makanan apa, pokoknya tidak kekurangan,” ucap Hidayat.
“Itu saja mudah-mudahan cepat, kalau masalah yang lain Alhamdulillah bapak Panglima yang langsung turun tangan,” kata Hidayat.
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, sebelumnya hadir langsung di lapangan bersama Dandim 1408/Makassar Kolonel Kav Ino Dwi untuk meninjau kondisi pascakebakaran serta memastikan penanganan darurat bagi warga dan keluarga prajurit yang terdampak.
Kepala Asrama TNI Mattoanging, Yunus, mengatakan para penghuni terdampak masih menempati tenda pengungsian sementara di sekitar lokasi kebakaran.
Belum diketahui sampai kapan mereka akan berada di lokasi tersebut.
“Mereka sampai saat ini masih di tempat (lapangan), untuk waktunya sampai dengan kapan, kami belum tahu,” ujar Yunus.
Selama berada di pengungsian, kebutuhan makanan menjadi salah satu kebutuhan utama para korban.
Yunus menyebut sejumlah bantuan telah diterima dari berbagai pihak dan kemudian disalurkan kepada para penghuni terdampak sesuai kebutuhan.
“Kalau kebutuhan kita namanya hidup pasti mereka butuh mie, makanan siap saji untuk pagi, siang, dan malam, untuk bantuan yang kami dapat sudah, dari berbagai macam pihak kami sudah dapat dan kami sudah menyalurkan sesuai dengan indeks yang mereka terima,” ujar Yunus.
Bantuan yang telah diterima di antaranya telur, sarung, mi instan, beras, dan sejumlah kebutuhan lainnya.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 29 KK atau 93 jiwa terdampak kebakaran tersebut. Data ini merupakan pembaruan dari informasi sebelumnya yang menyebut jumlah penghuni terdampak sebanyak 19 KK.
Sementara itu, terdapat 19 rumah yang terdampak, dengan rincian 17 rumah rusak berat dan dua rumah rusak ringan.
Di tengah harapan warga agar rumah segera diperbaiki, hingga kini belum ada informasi terkait relokasi hunian tetap bagi para penghuni yang terdampak kebakaran.
Kapendam Hasanuddin Kolonel (Arm) Andi Akbar membenarkan pihaknya belum menerima informasi mengenai relokasi tersebut.
“Belum ada informasi terkait relokasi,” kata Andi Akbar kepada SulawesiPos.com, Rabu (2/9/2026).
Sebelumnya, kebakaran melanda Asrama Mattoanging, Kelurahan Pabatang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Selasa (1/9/2026) siang.