Ilustrasi kekeringan di Indonesia.
SulawesiPos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengingatkan warga agar tidak menganggap kekeringan hanya sebagai persoalan berkurangnya ketersediaan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan kemarau panjang dapat memicu efek domino yang berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari kebakaran hingga gangguan ekonomi.
“Jadi ini akan menggurita jadinya nanti kekeringan ini, bukan cuma kekeringan habis air,” ujar Fadli di Makassar, Rabu (26/8/2026).
Fadli menjelaskan kondisi lingkungan yang semakin kering ditambah suhu udara yang meningkat dapat membuat permukiman dan lahan lebih mudah terbakar.
“Kekeringan, otomatis yang terpicu apa? Satu, yang paling penting kebakaran. Pasti akan meningkat juga kebakaran, kenapa? Cuaca panas, gampang terpercik api, gampang api berpindah,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber api selama kondisi cuaca panas dan kering.
Kekeringan juga dapat berdampak terhadap kesehatan.
Lingkungan yang kering dan berdebu berpotensi meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Yang kedua, gangguan kesehatan. Di kekeringan seperti ini gampang menular ISPA, radang tenggorokan, pernapasan, gangguan pernapasan, dan lain-lain,” kata Fadli.
Dampak lainnya berkaitan dengan pasokan listrik. Menurut Fadli, berkurangnya debit air di bendungan dapat memengaruhi operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
“Otomatis kalau debit air menurun, maka tidak bisa berfungsi atau beroperasi lagi. Nah, bagaimana caranya supaya bertahan? Ada pemadaman gilir,” tutur Fadli.
Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM yang membutuhkan listrik untuk menjalankan usaha.
“Kalau pemadaman listrik, berdampak kepada apa? Usaha kecil mungkin yang butuh pendingin, yang butuh mungkin pemanas apa untuk mereka, mereka tidak bisa berjalan lagi usahanya. Otomatis berdampak kepada perekonomian masyarakat,” kata Fadli.
BPBD Makassar pun mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak kekeringan secara menyeluruh, bukan hanya terkait keterbatasan air bersih.