Categories: Makassar

Jalan Andi Mappanyukki: Raja Bone yang Warisannya Diabadikan di Makassar

SulawesiPos.com – Jalan Andi Mappanyukki di Makassar tetap sibuk sebagai jalur hotel, perkantoran, dan pusat kuliner, tetapi pada peringatan HUT ke-81 RI, Senin, 17 Agustus 2026, ruas ini juga menegaskan jejak sejarah Andi Mappanyukki, Raja Bone ke-32 yang namanya diabadikan karena menolak tunduk kepada kolonial Belanda dan memilih berdiri di belakang Republik Indonesia.

Ruas jalan di Kecamatan Mariso itu membentang strategis dan setiap hari menjadi nadi aktivitas ekonomi perkotaan. Deretan usaha modern, mobilitas warga, dan lalu lintas yang nyaris tak putus membuat nama Andi Mappanyukki terdengar akrab, meski tidak semua orang selalu mengingat tokoh besar di baliknya.

Pada momentum 17 Agustus, suasana di sepanjang jalan itu tampak berbeda dengan kibaran bendera Merah Putih di depan pertokoan, hotel, dan bangunan usaha.

Perubahan suasana itu membuat jalan protokol ini terasa bukan sekadar ruang lalu lintas, tetapi juga pengingat tentang arti kemerdekaan yang diperjuangkan lewat keberanian politik dan sikap antikolonial.

Bangsawan Besar Sulawesi Selatan

Andi Mappanyukki lahir pada 1885 dari garis bangsawan besar Sulawesi Selatan.

Ia merupakan putra Raja Gowa ke-34 Sultan Husain Kamaluddin dan cucu Raja Bone ke-29, lalu dinobatkan sebagai Raja Bone ke-32 pada 1931 dengan gelar Sultan Ibrahim.

Meski menduduki takhta tertinggi di Kerajaan Bone, Andi Mappanyukki tidak memilih jalan aman di bawah kendali kolonial.

Andi Mappanyukki. dok/wikipedia

Sesudah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan Soekarno-Hatta pada 1945, ia menegaskan Kerajaan Bone berdiri di belakang Republik Indonesia dan ikut mendorong persatuan raja-raja di Sulawesi Selatan untuk melebur ke dalam wilayah NKRI.

Sikap itu membuat Belanda menjatuhkan hukuman pengasingan kepadanya ke Rantepao, Tana Toraja.

Namun, pengasingan tersebut tidak mematahkan sikap nasionalismenya hingga Indonesia memperoleh pengakuan kedaulatan penuh.

Jejak itu yang membuat nama Andi Mappanyukki tetap relevan di tengah modernitas Makassar sekarang.

Jalan yang menyandang namanya berkembang menjadi salah satu kawasan urban yang terus bergerak, dari agenda strategis kota di hotel-hotel sekitar hingga aktivitas UMKM dan kuliner yang melayani warga setiap hari.

Nama Jalan yang Menyimpan Warisan Sejarah

Bagi warga yang melintas hari ini, Jalan Andi Mappanyukki bukan hanya penunjuk lokasi atau akses transportasi, melainkan pengingat bahwa kenyamanan beraktivitas dan geliat ekonomi kota juga berdiri di atas warisan perjuangan tokoh yang menjaga martabat dan arah politik daerahnya pada masa transisi bangsa.

Atas jasa-jasanya, Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Andi Mappanyukki pada 2004.

Pengabadian namanya di salah satu jalan protokol Makassar memperpanjang ingatan publik bahwa perlawanan terhadap kolonialisme tidak hanya hidup di buku sejarah, tetapi juga hadir dalam ruang kota yang dilalui warga setiap hari.

Kristio D. Reski

Share
Published by
Kristio D. Reski
Tags: HUT ke-81 RI Nama Jalan Makassar Nama Jalan di Makassar Andi Mappanyukki Jalan Andi Mappanyukki Makassar Bone pahlawan nasional Mariso