Semangkuk mi kuah komplit yang disajikan di Mie Kuah Djawa 1960
SulawesiPos.com – Mie Kuah Djawa di Jalan Tentara Pelajar, Makassar, tetap menjadi salah satu kuliner lawas yang bertahan di tengah ramainya pilihan tempat makan baru di kota ini. Warung yang buka sejak 1960 itu masih diburu penikmat kuliner karena kuah mi yang kental, pilihan isi yang beragam, dan resep turun-temurun yang dijaga keluarga pendirinya.
Lokasi warung ini berada di samping warung Pallu Kaloa, sekitar 1 kilometer dari Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Warung Mie Djawa melayani pembeli setiap hari mulai pukul 10.00 Wita hingga 22.00 Wita.
Di tempat ini, pelanggan bisa memilih sejumlah menu, mulai dari Mi Kuah Ayam, Mi Kuah Daging, Mi Kuah Spesial, Mi Kuah Jumbo, Mi Kuah campuran paru dan daging, campuran paru dan ayam, hingga Mi Kuah Komplit. Ukurannya juga bisa dipilih sesuai selera, dari porsi kecil hingga besar.
Harga menu mi kuah di warung ini berada pada kisaran Rp35.000 per porsi untuk Mi Kuah Ayam ukuran sedang hingga Rp50.000 untuk Mi Kuah Komplit.
Selain mi kuah, warung ini juga menyiapkan menu lain seperti gado-gado, lontong campur, lontong bumbu, dan nasi campur.
Rasa khas Mie Kuah Djawa terletak pada kuah yang kental dan gurih, dipadukan dengan sawi, bawang goreng, serta potongan tomat.
Sementara untuk Lontong Campur, isiannya terdiri atas lontong, daging, telur, serutan ubi goreng, paru goreng, dan sayur labu siam.
Warung ini dikelola Muhajirin bersama beberapa saudaranya, yang melanjutkan resep keluarga dari ayahnya, almarhum Haji Ahmad Bakar, yang berasal dari Pasuruan, Jawa Timur, yang merantau ke Makassar pada 1960 dan mulai membuka Warung Mie Djawa.
“Ayah saya datang ke Makassar diajak kawannya berbisnis, setelah mulai merintis usaha Mie Djawa ini keluarga diboyong dari Jawa ke sini, saya dan beberapa saudara lahirnya di Makassar,” ungkap Muhajirin, Kamis, 13 Agustus 2026.
Sebelum menempati lokasi di Jalan Tentara Pelajar atau Jalan Seram, warung ini lebih dulu dibuka di Jalan Banda, kawasan Pecinan Makassar. Jejak panjang itu membuat Mie Djawa dikenal sebagai salah satu mi kuah legendaris yang bertahan lintas generasi di Makassar.
Warung ini juga disebut kerap dikunjungi sejumlah tokoh di Sulawesi Selatan, di antaranya Ketua DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin, pengusaha Tauphan Ansar bersama keluarga, pengacara Prof Haris Arthur Haedar, serta mantan Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto. Selain itu, Mie Djawa juga beberapa kali menjadi tujuan vlogger kuliner dari Makassar maupun luar daerah.