Categories: Makassar

Pria di Makassar Bunuh Istri, Tanda Ciuman di Leher Suami Jadi Pemicu

SulawesiPos.com – Pria berinisial SU (21) membunuh istrinya, ANA (24), di sebuah indekos di Jalan Manuruki 6, Lorong 1, Kecamatan Tamalate, Makassar, Minggu, 14 Juni 2026 malam, setelah cekcok hebat yang dipicu temuan tanda ciuman di leher pelaku.

Fakta itu terungkap dalam rekonstruksi kasus yang digelar polisi di Polsek Tamalate pada Senin, 13 Juli 2026.

Korban awalnya melihat bekas ciuman berwarna merah di leher suaminya.

Temuan itu kemudian memicu pertengkaran di tengah persoalan rumah tangga yang juga disebut berkaitan dengan masalah ekonomi.

Kanit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Abdul Latif mengatakan emosi pelaku memuncak setelah korban menemukan tanda tersebut.

“Motif persoalan rumah tangga, terutama ekonomi. Berlanjut pelaku ini ditemukan tanda ciuman merah di leher oleh korban, disitulah awal mulai pertengkaran sampai memuncak emosinya sampai terjadi pembunuhan,” kata Latif kepada wartawan.

Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Penyerangan

Rekonstruksi kasus dilakukan di kantor Polsek Tamalate dengan pertimbangan keamanan jika digelar langsung di tempat kejadian perkara.

Polisi menyebut pelaku memperagakan total 16 adegan dalam rekonstruksi tersebut.

Dari hasil rekonstruksi, korban saat itu sedang duduk sambil bermain telepon genggam ketika pelaku datang dari belakang dan menyerang leher korban menggunakan pisau.

“Sesuai rekonstruksi, korban dalam posisi duduk bermain handphone. Tiba-tiba pelaku langsung menusuk leher korban dari arah belakang sebanyak satu kali, tetapi langsung menggerek leher korban,” ujar Latif.

Suasana rekonstruksi sempat memanas ketika keluarga korban yang hadir berteriak saat pelaku memperagakan adegan pembunuhan.

Setelah menghabisi nyawa istrinya, pelaku melarikan diri ke rumah keluarganya sebelum akhirnya ditangkap sekitar satu jam kemudian di Jalan Sultan Alauddin, Makassar.

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: KDRT Tamalate Pembunuhan suami bunuh istri Makassar penikaman