Categories: Makassar

Buka Jalan untuk Ambulans, Driver Ojol di Makassar Dianiaya Rombongan Pengantar Jenazah

SulawesiPos.com – Seorang driver ojek online berinisial LAK, 18 tahun, diduga menjadi korban penganiayaan oleh rombongan pengantar jenazah di Jalan Perintis Kemerdekaan, depan Pintu 2 Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin (6/7/2026), saat ia membantu membuka jalan untuk ambulans yang hendak menuju Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo.

Korban saat itu sedang mengantar pesanan pelanggan dari arah Jalan Urip Sumoharjo menuju Jalan Perintis Kemerdekaan.

Di tengah perjalanan, ia ikut memberi jalan agar ambulans pembawa pasien bisa melintas lebih cepat ke rumah sakit.

Polisi menyebut insiden itu kini dalam penyelidikan setelah korban melapor.

“Benar, telah terjadi dugaan penganiayaan terhadap seorang kurir makanan online oleh rombongan pengantar jenazah yang terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, depan Pintu 2 Unhas. Saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kapolsek Tamalanrea, Kompol Mustari Alam kepada wartawan, pada Selasa (7/7/2026).

Keributan Dipicu Saat Korban Meminta Jalan

Menurut Mustari, korban lebih dulu melihat rombongan pengantar jenazah melintas di depannya saat berada di sekitar Pintu 1 Unhas ke arah Daya.

Korban lalu meminta jalan kepada rombongan tersebut karena sedang membuka akses untuk ambulans yang berada di belakangnya.

Respons itu justru memicu kemarahan salah satu pengendara dalam rombongan pengantar jenazah.

“Salah satu pengendara dari pengantar jenazah itu tidak terima. Pelaku kemudian menendang motor korban,” tutur Mustari.

Setelah kejadian itu, korban kembali bertemu dengan terduga pelaku di sekitar depan Pintu 2 Unhas.

Korban menepikan motornya untuk mencari pengendara yang sebelumnya menendang kendaraannya.

Namun situasi di lokasi justru berubah menjadi aksi kekerasan terhadap korban.

Pelaku disebut datang menggunakan sepeda motor matic berwarna merah lalu langsung melayangkan pukulan.

Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

Pukulan itu mengenai bagian mulut korban dan menyebabkan luka pada gigi depan atas.

“Pelaku dengan mengendarai sepeda motor matic berwarna merah datang dan langsung memukul mulut korban sebanyak 1 kali. Akibat pukulan itu gigi depan bagian atas mengalami luka dan bergeser ke dalam,” ungkap Mustari.

Setelah menerima laporan, polisi mulai mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri identitas pelaku.

Penyelidikan juga difokuskan pada rangkaian peristiwa sejak korban membuka jalan untuk ambulans hingga aksi pemukulan terjadi.

Hingga kini, aparat kepolisian menyatakan kasus tersebut masih terus didalami.

“Untuk peristiwa tersebut masih kami selidiki,” pungkas Mustari.

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: Makassar Unhas penganiayaan Ojol