SulawesiPos.com – Perumda Air Minum Kota Makassar mulai mengoperasikan pompa Intake Manggala atau Intake Moncongloe pada Rabu (1/7/2026) untuk menambah pasokan air baku sekitar 300 liter per detik dari Waduk Nipah-Nipah melalui jalur Manggala, sebagai langkah memperkuat produksi air bersih dan menjaga suplai pelanggan saat debit Bendung Leko Pancing mulai turun memasuki musim kemarau.
Pengoperasian pompa ini disebut menjadi salah satu upaya penting untuk menopang kebutuhan air baku di tengah penurunan debit sumber utama.
Tambahan suplai tersebut diharapkan memperkuat proses produksi air bersih di instalasi pengolahan milik Perumda Air Minum Kota Makassar.
Manfaatnya diproyeksikan langsung dirasakan pelanggan, terutama di wilayah utara Kota Makassar dan sebagian Kecamatan Makassar.
Tambahan Debit Air Baku Perkuat Produksi Air Bersih
Plt Kepala Bagian Produksi Perumda Air Minum Kota Makassar Achmad Kamil Asri mengatakan uji coba pengoperasian Intake Manggala dilakukan untuk menunjang kebutuhan air baku dari Saluran Leko Pancing.
“Hari ini kami melaksanakan uji coba pompa air baku Intake Manggala atau yang lebih dikenal sebagai Intake Moncongloe. Pengoperasian ini sangat diperlukan sebagai penunjang air baku yang ada di Saluran Leko Pancing,” katanya.
Kamil menjelaskan tambahan debit air baku itu akan berdampak langsung pada peningkatan kapasitas produksi di IPA 2 Panaikang dan IPA 3 Antang.
“Harapannya, ketika Intake Manggala beroperasi optimal, kapasitas air baku akan bertambah sehingga produksi di IPA 2 Panaikang dan IPA 3 Antang juga meningkat. Dengan begitu, suplai air bersih kepada masyarakat, khususnya di wilayah utara Kota Makassar dan sebagian Kecamatan Makassar, dapat lebih maksimal,” ujarnya.
Pengoperasian Dilakukan Bertahap
Kamil mengatakan keberhasilan uji coba tersebut tidak lepas dari koordinasi Direksi Perumda Air Minum Kota Makassar dengan berbagai pihak, termasuk PT Traya, untuk mempercepat penyelesaian infrastruktur pendukung.
“Keberhasilan pengoperasian Intake Manggala merupakan hasil koordinasi dan kerja sama yang terus dibangun Direksi dengan pihak ketiga, dalam hal ini PT Traya, untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan sehingga fasilitas ini dapat segera dimanfaatkan bagi peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Meski demikian, pengoperasian intake dilakukan secara bertahap agar seluruh sistem mekanikal dan perpompaan dapat menyesuaikan diri dengan baik.
Langkah bertahap itu disebut penting untuk mencegah gangguan mesin sekaligus menjaga stabilitas sistem produksi dan distribusi air.
“Kami menjalankan pengoperasian secara bertahap agar seluruh sistem dapat beradaptasi dengan baik dan untuk menghindari gangguan pada mesin. Keselamatan peralatan serta keberlangsungan pelayanan tetap menjadi prioritas kami,” katanya.
Diharapkan Bantu Layanan Saat Musim Kemarau
Perumda Air Minum Makassar berharap optimalisasi sumber air baku baru ini dapat berjalan lancar sesuai tahapan yang sudah disusun.
Tambahan air baku dari Intake Manggala dinilai penting untuk membantu menjaga layanan selama musim kemarau dan potensi El Nino.
Kamil juga meminta dukungan masyarakat agar proses pengoperasian berjalan tanpa kendala hingga mencapai kapasitas optimal.
“Kami berharap dukungan dari seluruh masyarakat agar proses pengoperasian Intake Manggala berjalan lancar. Dengan bertambahnya pasokan air baku, kami optimistis pelayanan air bersih kepada pelanggan akan semakin baik, terutama saat menghadapi musim kemarau,” harapnya.


