Pria di Makassar Tebas Istri, Sepupu yang Berusaha Melerai Tewas di Tempat

SulawesiPos.com – Seorang pria bernama Saparuddin di Makassar ngamuk hingga menebas istrinya, sepupu yang berusaha melerai justru menjadi korban da tewas di tempat.

Pada Minggu (12/4) malam, pelaku mulanya pulang ke rumahnya di Jalan Bontomanai, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, dalam keadaan mabuk.

Ia kemudian meminta uang kepada istrinya Mirna (40) namun tidak diberikan karena diduga akan digunakan untuyk judi online (judol).

“Pelaku ini habis mengonsumsi miras kemudian kembali ke rumah lalu terjadi cekcok dengan istrinya,” ujar Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Hamka kepada wartawan, Senin (13/4/2026).

Cekcok hebat pun terjadi membuat Saparuddin emosi sehingga mengambil parang dan melayangkannya di punggung istrinya.

Sepupu Berusaha Melerai Justru Jadi Korban

Sontak istrinya berteriak sehingga didengar oleh sepupu Saparuddin, Rauf (45).

Melihat kejadian itu, Rauf berusaha datang untuk melerai dan menasihati.

“Korban bermaksud melerai ataupun memberi nasihat kepada pelaku, tetapi pada akhirnya korbannya menjadi sasaran dan dilakukan tebasan parang pada bagian leher,” jelasnya.

BACA JUGA: 
Empat Pelaku Penikaman Remaja 14 Tahun Saat Malam Tahun Baru di Makassar Dibekuk Polisi, Motif Masih Didalami

AKP Hamka menyebut korban bahkan ditebas sampai berulang kali, akibatnya Rauf meninggal dunia.

“Untuk istrinya sendiri ditebas pada bagian pinggang, kemudian si pelaku kembali menebas korban itu di bagian leher hingga tewas,” imbuh Hamka.

Saparuddin sempat kabur usai insiden tersebut, namun berhasil ditantangkap di sekitar lokasi kejadian pada Senin (13/4) dini hari.

“Pelaku sudah diamankan,” ujarnya.

SulawesiPos.com – Seorang pria bernama Saparuddin di Makassar ngamuk hingga menebas istrinya, sepupu yang berusaha melerai justru menjadi korban da tewas di tempat.

Pada Minggu (12/4) malam, pelaku mulanya pulang ke rumahnya di Jalan Bontomanai, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, dalam keadaan mabuk.

Ia kemudian meminta uang kepada istrinya Mirna (40) namun tidak diberikan karena diduga akan digunakan untuyk judi online (judol).

“Pelaku ini habis mengonsumsi miras kemudian kembali ke rumah lalu terjadi cekcok dengan istrinya,” ujar Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Hamka kepada wartawan, Senin (13/4/2026).

Cekcok hebat pun terjadi membuat Saparuddin emosi sehingga mengambil parang dan melayangkannya di punggung istrinya.

Sepupu Berusaha Melerai Justru Jadi Korban

Sontak istrinya berteriak sehingga didengar oleh sepupu Saparuddin, Rauf (45).

Melihat kejadian itu, Rauf berusaha datang untuk melerai dan menasihati.

“Korban bermaksud melerai ataupun memberi nasihat kepada pelaku, tetapi pada akhirnya korbannya menjadi sasaran dan dilakukan tebasan parang pada bagian leher,” jelasnya.

BACA JUGA: 
Pelaku Utama Pembunuhan di Panakkukang Makassar Ditangkap di Papua Usai Buron Enam Bulan

AKP Hamka menyebut korban bahkan ditebas sampai berulang kali, akibatnya Rauf meninggal dunia.

“Untuk istrinya sendiri ditebas pada bagian pinggang, kemudian si pelaku kembali menebas korban itu di bagian leher hingga tewas,” imbuh Hamka.

Saparuddin sempat kabur usai insiden tersebut, namun berhasil ditantangkap di sekitar lokasi kejadian pada Senin (13/4) dini hari.

“Pelaku sudah diamankan,” ujarnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru