Pedagang Pasar Cidu Keluhkan Kenaikan Harga Kresek Plastik

SulawesiPos.com – Sejumlah pedagang di Pasar Cidu, Makassar, mengeluhkan kenaikan harga kantong kresek plastik, yang mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya.

Kantong kresek menjadi andalan bagi pengunjung pasar tradisional di Pasar Cidu, untuk membawa barang belanjaannya, seperti sembako dan ikan laut.

Lonjakan signifikan harga kantong kresek ini dipengaruhi konflik di Timur Tengah, yang menghambat proses pengiriman nafta, bahan baku plastik dari penyulingan minyak bumi, yang diimpor dari negara di Timur Tengah.

Adam, salah satu pedagang pisang di Pasar Cidu, mengeluhkan kenaikan harga kresek plastik HDPE ukuran 40 (40×65 cm), dari harga Rp27 ribu satu kemasan isi 50 lembar, menjadi Rp35 ribu.

“Selain untuk pembeli, plastik ini biasa dijual satuannya Rp2000, untuk pengunjung pasar yang hendak membawa barang-barang belanjaannya,” ujar Adam, Rabu (8/4/2026).

Selain Adam, Deni, pedagang telur di pasar tradisional yang ramai sejak 1950-an di antara Jalan Yos Sudarso-Jalan Tinumbu ini, menyebutkan kantong kresek ukuran 15 biasanya hanya Rp9000, naik menjadi Rp17000 per kemasannya.

BACA JUGA: 
Negara-Negara Arab dan Organisasi Liga Muslim Gempur Pernyataan Dubes AS soal Narasi “Israel Raya”

Sebelum kenaikan harga plastik akibat perang Iran-Israel dan Amerika Serikat, Pemerintah Kota Makassar telah melarang peredaran kantong plastik untuk berbagai tujuan, dengan menerbitkan Peraturan Wali Kota No 21 Tahun 2023 tentang pelarangan penggunaan kantong plastik.

Berdasarkan Pasal 8 Perwali No 21/2023 tersebut, lokasi pelarangan penggunaan kantong plastik meliputi: pusat perbelanjaan, toko modern, pasar rakyat, rumah makan, kafe, restoran, dan jasa boga.

Dalam Pasal 4, pelarangan tersebut bertujuan mengurangi timbulan sampah dari kantong plastik yang sulit terurai oleh proses alam sebagai upaya mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan. Sedangkan di Pasal 12, pelaku usaha diwajibkan mengupayakan kantong alternatif yang ramah lingkungan. (mna)

SulawesiPos.com – Sejumlah pedagang di Pasar Cidu, Makassar, mengeluhkan kenaikan harga kantong kresek plastik, yang mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya.

Kantong kresek menjadi andalan bagi pengunjung pasar tradisional di Pasar Cidu, untuk membawa barang belanjaannya, seperti sembako dan ikan laut.

Lonjakan signifikan harga kantong kresek ini dipengaruhi konflik di Timur Tengah, yang menghambat proses pengiriman nafta, bahan baku plastik dari penyulingan minyak bumi, yang diimpor dari negara di Timur Tengah.

Adam, salah satu pedagang pisang di Pasar Cidu, mengeluhkan kenaikan harga kresek plastik HDPE ukuran 40 (40×65 cm), dari harga Rp27 ribu satu kemasan isi 50 lembar, menjadi Rp35 ribu.

“Selain untuk pembeli, plastik ini biasa dijual satuannya Rp2000, untuk pengunjung pasar yang hendak membawa barang-barang belanjaannya,” ujar Adam, Rabu (8/4/2026).

Selain Adam, Deni, pedagang telur di pasar tradisional yang ramai sejak 1950-an di antara Jalan Yos Sudarso-Jalan Tinumbu ini, menyebutkan kantong kresek ukuran 15 biasanya hanya Rp9000, naik menjadi Rp17000 per kemasannya.

BACA JUGA: 
Iran Ungkap Negara Sahabat yang Diizinkan Melintas Selat Hormuz di Tengah Konflik

Sebelum kenaikan harga plastik akibat perang Iran-Israel dan Amerika Serikat, Pemerintah Kota Makassar telah melarang peredaran kantong plastik untuk berbagai tujuan, dengan menerbitkan Peraturan Wali Kota No 21 Tahun 2023 tentang pelarangan penggunaan kantong plastik.

Berdasarkan Pasal 8 Perwali No 21/2023 tersebut, lokasi pelarangan penggunaan kantong plastik meliputi: pusat perbelanjaan, toko modern, pasar rakyat, rumah makan, kafe, restoran, dan jasa boga.

Dalam Pasal 4, pelarangan tersebut bertujuan mengurangi timbulan sampah dari kantong plastik yang sulit terurai oleh proses alam sebagai upaya mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan. Sedangkan di Pasal 12, pelaku usaha diwajibkan mengupayakan kantong alternatif yang ramah lingkungan. (mna)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru