SulawesiPos.com – Warga di sekitar Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di belakang Gedung Teaching Industry, Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Selasa (7/4/2026) pagi.
Jenazah ditemukan dalam kondisi telah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.
Polisi menduga korban sudah meninggal dunia sejak beberapa hari sebelum ditemukan. Dugaan awal, korban meninggal akibat tersengat aliran listrik.
Korban Pemulung, Ditemukan Bersama Barang Rongsokan
Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf, mengungkapkan identitas korban bernama Firman.
Korban diketahui berprofesi sebagai pemulung dan berdomisili di Jalan Telkom Baru.
“Di lokasi kejadian, kami menemukan barang-barang milik korban berupa tumpukan besi tua, karung, obeng, serta pisau,” ujar Muhammad Yusuf kepada wartawan.
Menurutnya, laporan awal diterima pihak kepolisian dari sekuriti kampus sekitar pukul 08.00 Wita.
Setelah menerima informasi tersebut, personel Polsek Tamalanrea langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Kami menerima informasi dari pihak sekuriti kampus, kemudian personel langsung menuju TKP untuk melakukan pengecekan,” jelasnya.
Dievakuasi ke RS Bhayangkara, Kasus Masih Diselidiki
Mayat Firman pertama kali ditemukan oleh petugas kebersihan bernama Bahar (56) sekitar pukul 07.48 Wita. Saat itu, saksi sedang melintas di area belakang gedung untuk mengambil sampah.
“Saksi awalnya hendak buang air kecil, namun melihat bagian kaki manusia sehingga mengurungkan niatnya dan segera melaporkan ke atasannya,” tambah Muhammad Yusuf.
Informasi tersebut kemudian diteruskan ke pihak keamanan kampus. Seorang sekuriti bernama Ridwan Said (39) memastikan temuan itu sebelum menghubungi kepolisian.
Sekitar pukul 08.20 Wita, Kapolsek Tamalanrea bersama personel gabungan tiba di lokasi.
Polisi langsung memasang garis polisi dan berkoordinasi dengan tim Inafis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Setibanya di TKP, kami langsung melakukan pengamanan dan berkoordinasi dengan tim Inafis untuk olah TKP,” katanya.
Tim Inafis Polrestabes Makassar dan Dokpol Polda Sulsel kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan.
Setelah seluruh proses olah TKP selesai, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
“Saat ini kasus masih dalam penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” tutup Muhammad Yusuf.

