Aksi Panas! Detik-Detik Mahasiswa Blokade Jalan, Truk Nyaris Dihentikan Paksa

SulawesiPos.com – Aksi unjuk rasa mahasiswa kembali terjadi di Makassar, tepatnya di kawasan flyover pada Senin, 6 April 2026.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat puluhan mahasiswa berusaha menghentikan sebuah truk yang melintas di tengah jalan.

Aksi tersebut berlangsung cukup tegang.

Sejumlah mahasiswa tampak menghadang dan mendorong bagian depan kendaraan hingga akhirnya laju truk melambat.

Situasi ini pun langsung menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas.

Tidak sedikit yang merekam momen tersebut dan menyebarkannya ke berbagai platform digital, sehingga peristiwa ini dengan cepat viral.

Tuntutan Mahasiswa: Usut Kasus Air Keras

Aksi tersebut bukan tanpa alasan.

Mahasiswa yang terlibat dalam demonstrasi menyuarakan tuntutan agar kasus penyiraman air keras yang diduga melibatkan oknum aparat segera diusut secara tuntas.

Mereka menilai penanganan kasus tersebut berjalan lambat dan belum menunjukkan kejelasan hukum.

Oleh karena itu, aksi blokade jalan dilakukan sebagai bentuk tekanan agar pihak berwenang segera mengambil langkah tegas.

BACA JUGA: 
Demo Pemekaran Luwu Tengah di Depan Kantor Gubernur Sulsel, Pagar Hampir Runtuh

Dalam orasinya, massa aksi menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu, termasuk jika kasus tersebut melibatkan aparat negara.

Kemacetan Tak Terhindarkan

Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas di sekitar flyover mengalami kemacetan cukup parah.

Kendaraan dari dua arah terpaksa melambat bahkan berhenti total selama beberapa waktu.

Pengendara yang terjebak macet hanya bisa menunggu hingga situasi kembali kondusif.

Beberapa di antaranya terlihat turun dari kendaraan untuk melihat langsung apa yang terjadi.

Kemacetan ini menjadi dampak langsung dari aksi mahasiswa yang memanfaatkan badan jalan sebagai titik demonstrasi.

Respons Publik di Media Sosial

Video aksi tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet.

Sebagian mendukung langkah mahasiswa sebagai bentuk perjuangan mencari keadilan, sementara yang lain menilai aksi tersebut terlalu berisiko dan mengganggu ketertiban umum.

Perdebatan pun tak terhindarkan di kolom komentar.

Ada yang menganggap aksi ini sebagai bentuk keberanian, namun ada juga yang menyoroti potensi bahaya, baik bagi demonstran maupun pengguna jalan lainnya.

BACA JUGA: 
Demo Pemekaran Luwu Raya Ricuh di Kantor Gubernur Sulsel, 7 Personel Satpol PP Terluka

Fenomena ini kembali menunjukkan bagaimana media sosial memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi sekaligus membentuk opini publik.

Harapan Akan Penegakan Hukum

Di tengah polemik yang terjadi, satu hal yang menjadi benang merah adalah harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang adil dan transparan.

Kasus penyiraman air keras yang menjadi latar belakang aksi ini diharapkan dapat segera menemukan titik terang.

Publik menuntut agar proses hukum dilakukan secara profesional tanpa intervensi.

Aksi mahasiswa ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap hukum sangat bergantung pada transparansi dan keadilan dalam setiap penanganan kasus.

SulawesiPos.com – Aksi unjuk rasa mahasiswa kembali terjadi di Makassar, tepatnya di kawasan flyover pada Senin, 6 April 2026.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat puluhan mahasiswa berusaha menghentikan sebuah truk yang melintas di tengah jalan.

Aksi tersebut berlangsung cukup tegang.

Sejumlah mahasiswa tampak menghadang dan mendorong bagian depan kendaraan hingga akhirnya laju truk melambat.

Situasi ini pun langsung menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas.

Tidak sedikit yang merekam momen tersebut dan menyebarkannya ke berbagai platform digital, sehingga peristiwa ini dengan cepat viral.

Tuntutan Mahasiswa: Usut Kasus Air Keras

Aksi tersebut bukan tanpa alasan.

Mahasiswa yang terlibat dalam demonstrasi menyuarakan tuntutan agar kasus penyiraman air keras yang diduga melibatkan oknum aparat segera diusut secara tuntas.

Mereka menilai penanganan kasus tersebut berjalan lambat dan belum menunjukkan kejelasan hukum.

Oleh karena itu, aksi blokade jalan dilakukan sebagai bentuk tekanan agar pihak berwenang segera mengambil langkah tegas.

BACA JUGA: 
Sengketa Lahan Stadion Sudiang Memanas, Ahli Waris Datangi Dispora Sulsel Tuntut Kejelasan Hukum

Dalam orasinya, massa aksi menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu, termasuk jika kasus tersebut melibatkan aparat negara.

Kemacetan Tak Terhindarkan

Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas di sekitar flyover mengalami kemacetan cukup parah.

Kendaraan dari dua arah terpaksa melambat bahkan berhenti total selama beberapa waktu.

Pengendara yang terjebak macet hanya bisa menunggu hingga situasi kembali kondusif.

Beberapa di antaranya terlihat turun dari kendaraan untuk melihat langsung apa yang terjadi.

Kemacetan ini menjadi dampak langsung dari aksi mahasiswa yang memanfaatkan badan jalan sebagai titik demonstrasi.

Respons Publik di Media Sosial

Video aksi tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet.

Sebagian mendukung langkah mahasiswa sebagai bentuk perjuangan mencari keadilan, sementara yang lain menilai aksi tersebut terlalu berisiko dan mengganggu ketertiban umum.

Perdebatan pun tak terhindarkan di kolom komentar.

Ada yang menganggap aksi ini sebagai bentuk keberanian, namun ada juga yang menyoroti potensi bahaya, baik bagi demonstran maupun pengguna jalan lainnya.

BACA JUGA: 
Demo Pemekaran Luwu Raya Ricuh di Kantor Gubernur Sulsel, 7 Personel Satpol PP Terluka

Fenomena ini kembali menunjukkan bagaimana media sosial memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi sekaligus membentuk opini publik.

Harapan Akan Penegakan Hukum

Di tengah polemik yang terjadi, satu hal yang menjadi benang merah adalah harapan masyarakat terhadap penegakan hukum yang adil dan transparan.

Kasus penyiraman air keras yang menjadi latar belakang aksi ini diharapkan dapat segera menemukan titik terang.

Publik menuntut agar proses hukum dilakukan secara profesional tanpa intervensi.

Aksi mahasiswa ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap hukum sangat bergantung pada transparansi dan keadilan dalam setiap penanganan kasus.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru