SulawesiPos.com – Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi memiliki jajaran pimpinan fakultas baru.
Ketua Yayasan Wakaf UMI melantik sejumlah Dekan dan Direktur Pascasarjana untuk masa amanah 2026–2030 di Auditorium Al Jibra, Kampus 2 UMI, Senin (6/4/2026).
Pelantikan ini menjadi momentum krusial bagi UMI dalam mempercepat transformasi menuju kampus yang adaptif, efisien, dan tetap teguh pada nilai-nilai keislaman di tengah ketidakpastian global.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH., MH., dalam pidatonya memberikan pesan menohok bagi para pejabat yang baru dilantik.
Ia menegaskan bahwa jabatan di UMI adalah tanggung jawab besar yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
“UMI tidak butuh orang hebat yang ingin dilihat. UMI butuh orang ikhlas yang siap bekerja,” tegas Prof. Hambali.
Daftar Pejabat yang Dilantik (Periode 2026–2030):
- Dekan FAI: Dr. Akhmad Syahid, M.Pd
- Dekan FEB: Dr. H. Muhammad Syafi’i A. Basalamah, SE., MM
- Dekan FT: Prof. Dr. Ir. Hj. St. Maryam H., M.T
- Dekan FTI: Prof. Dr. Ir. Andi Suryanto, ST., MT., IPM., ASEAN Eng.
- Dekan FK: Dr. dr. Nasrudin Andi Mappaware, Sp.OG(K)., MARS., FISQua.
- Direktur Pascasarjana: Prof. Dr. H. Laode Husen, SH., M.Hum
Menghadapi tantangan teknologi dan dinamika ekonomi, Rektor menginstruksikan para dekan untuk menerapkan pola kerja efisien dan berbasis digital.
Menurutnya, efisiensi bukan berarti keterbatasan, melainkan ikhtiar membangun budaya kerja produktif.
“Efisiensi harus menjadi budaya, digitalisasi harus menjadi sistem, dan kesederhanaan harus menjadi jalan hidup. Bekerja bukan sekadar hadir fisik, tapi menghadirkan manfaat dan ketuntasan layanan,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, SE., M.Si, mengingatkan bahwa UMI adalah institusi wakaf yang berorientasi pada peradaban jangka panjang.
Ia menekankan pentingnya integritas dan keteladanan dari para pimpinan.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA, menitipkan harapan agar tata kelola universitas semakin tertib dan sistematis.
Ia meminta para pejabat baru memastikan setiap program kerja memiliki dampak nyata bagi mahasiswa dan masyarakat.
Pelantikan ini juga menjadi langkah strategis UMI dalam memperkuat Catur Dharma, yang meliputi:
- Pendidikan dan Pengajaran
- Penelitian
- Pengabdian kepada Masyarakat
- Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter
Menutup sambutannya, Prof. Hambali mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga kekompakan. “UMI tidak dibangun oleh satu orang, tetapi oleh kebersamaan yang ikhlas dan kerja yang tuntas,” pungkasnya. (mna)

