Istri di Makassar Diduga Jual Anak-Keponakan, Sempat Buat Video Bersama Bayinya

SulawesiPos.com – Seorang ibu berinisial MT (38) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dilaporkan ke polisi atas dugaan penjualan tiga anak kandung dan satu keponakan.

Perempuan tersebut bahkan disebut sempat membuat video bersama bayinya sebelum menghilang sehingga menambah kecurigaan.

Sang suami bernama Anto (40) pun melaporkan istrinya berinisial MT (38) ke polisi atas dugaan penjualan anak tersebut.

Anto menjelaskan, selama pernikahan ia memiliki lima anak, yakni tiga anak kandung dan dua anak sambung.

Kecurigaan bermula ketika ia mendapati informasi bahwa anak sambungnya berinisial AI diduga telah dijual oleh istrinya dengan melibatkan pihak keluarga.

“Saya dapat informasi dari istri saya kalau anak sambung saya, AI, itu sudah dijual dengan mertua saya,” kata Anto kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).

Anak Kandung Ditawar Sejak Dalam Kandungan

Selain AI, Anto juga menyebut anak kandungnya berinisial AZ diduga mengalami hal serupa.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, anak tersebut bahkan sudah ditawarkan kepada calon pembeli sejak masih berada dalam kandungan.

BACA JUGA: 
Polisi Penembak Remaja di Makassar Resmi Jadi Tersangka, Klaim Senjata Api Tak Sengaja Meletus

Anto menyebut penawaran dilakukan sebelum kelahiran dengan uang panjar sebesar Rp1,8 juta. Informasi itu ia peroleh dari ketua RT setempat.

“Saya tahu dari pak RT, katanya waktu anak saya masih dalam kandungan sudah ada yang panjar Rp 1,8 juta. Saya dengar dari pak RT, yang sudah panjar datang (setelah bayinya lahir) dan cekcok karena bayi belum diberikan,” bebernya.

Kecurigaan Anto semakin kuat terhadap anaknya yang lain berinisial AS.

Ia mengaku sudah sekitar dua bulan tidak pernah melihat anak tersebut berada di rumah.

“AS ini menurut saya dia juga sudah dijual karena sudah tidak pernah datang lagi, ada dua bulan saya tidak pernah ketemu dengan anak saya,” ungkapnya.

Istri Diduga Jual Keponakan dengan Harga Rp8 Juta

Tak hanya anak kandung, Anto juga menduga istrinya terlibat dalam penjualan keponakannya.

Dugaan itu muncul setelah ia mendapat informasi bahwa bayi dari adik iparnya langsung dibawa seseorang sesaat setelah dilahirkan, disertai transaksi uang.

BACA JUGA: 
Peserta PSBM XXVI Mulai Registrasi di Hotel Claro Makassar, Saudagar Nusantara Siap Perkuat Jejaring Bisnis

“Istri saya bilang waktu melahirkan iparnya itu, bayinya juga langsung ada yang ambil dan sudah dibayar Rp 8 juta,” ungkapnya.

Anto menambahkan, setelah rangkaian peristiwa itu, istrinya sempat pamit pulang ke rumah orang tuanya dengan alasan menghindari penyakit saat musim hujan.

Namun hingga lebih dari sepekan, istrinya tidak kembali.

“Saya sudah desak pulang, tapi tidak mau. Saya datang ke rumah mertua, tapi istri dan anak-anak saya sudah tidak ada,” tuturnya.

Atas kejadian tersebut, Anto resmi melaporkan istrinya ke Polda Sulsel dengan nomor laporan LP/B/248/III/2026/SPKT/POLDA SULAWESI SELATAN tertanggal 2 Maret 2026.

“Saya ingin ada keadilan. Saya tidak menyangka istri saya sendiri bisa melakukan hal seperti ini kepada anak-anak saya dan keponakan saya,” tambah Anto.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

SulawesiPos.com – Seorang ibu berinisial MT (38) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dilaporkan ke polisi atas dugaan penjualan tiga anak kandung dan satu keponakan.

Perempuan tersebut bahkan disebut sempat membuat video bersama bayinya sebelum menghilang sehingga menambah kecurigaan.

Sang suami bernama Anto (40) pun melaporkan istrinya berinisial MT (38) ke polisi atas dugaan penjualan anak tersebut.

Anto menjelaskan, selama pernikahan ia memiliki lima anak, yakni tiga anak kandung dan dua anak sambung.

Kecurigaan bermula ketika ia mendapati informasi bahwa anak sambungnya berinisial AI diduga telah dijual oleh istrinya dengan melibatkan pihak keluarga.

“Saya dapat informasi dari istri saya kalau anak sambung saya, AI, itu sudah dijual dengan mertua saya,” kata Anto kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).

Anak Kandung Ditawar Sejak Dalam Kandungan

Selain AI, Anto juga menyebut anak kandungnya berinisial AZ diduga mengalami hal serupa.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, anak tersebut bahkan sudah ditawarkan kepada calon pembeli sejak masih berada dalam kandungan.

BACA JUGA: 
Kejati Sulsel Lantik Pejabat Baru, Tekankan Integritas Pejabat Baru

Anto menyebut penawaran dilakukan sebelum kelahiran dengan uang panjar sebesar Rp1,8 juta. Informasi itu ia peroleh dari ketua RT setempat.

“Saya tahu dari pak RT, katanya waktu anak saya masih dalam kandungan sudah ada yang panjar Rp 1,8 juta. Saya dengar dari pak RT, yang sudah panjar datang (setelah bayinya lahir) dan cekcok karena bayi belum diberikan,” bebernya.

Kecurigaan Anto semakin kuat terhadap anaknya yang lain berinisial AS.

Ia mengaku sudah sekitar dua bulan tidak pernah melihat anak tersebut berada di rumah.

“AS ini menurut saya dia juga sudah dijual karena sudah tidak pernah datang lagi, ada dua bulan saya tidak pernah ketemu dengan anak saya,” ungkapnya.

Istri Diduga Jual Keponakan dengan Harga Rp8 Juta

Tak hanya anak kandung, Anto juga menduga istrinya terlibat dalam penjualan keponakannya.

Dugaan itu muncul setelah ia mendapat informasi bahwa bayi dari adik iparnya langsung dibawa seseorang sesaat setelah dilahirkan, disertai transaksi uang.

BACA JUGA: 
Polisi Penembak Remaja di Makassar Resmi Jadi Tersangka, Klaim Senjata Api Tak Sengaja Meletus

“Istri saya bilang waktu melahirkan iparnya itu, bayinya juga langsung ada yang ambil dan sudah dibayar Rp 8 juta,” ungkapnya.

Anto menambahkan, setelah rangkaian peristiwa itu, istrinya sempat pamit pulang ke rumah orang tuanya dengan alasan menghindari penyakit saat musim hujan.

Namun hingga lebih dari sepekan, istrinya tidak kembali.

“Saya sudah desak pulang, tapi tidak mau. Saya datang ke rumah mertua, tapi istri dan anak-anak saya sudah tidak ada,” tuturnya.

Atas kejadian tersebut, Anto resmi melaporkan istrinya ke Polda Sulsel dengan nomor laporan LP/B/248/III/2026/SPKT/POLDA SULAWESI SELATAN tertanggal 2 Maret 2026.

“Saya ingin ada keadilan. Saya tidak menyangka istri saya sendiri bisa melakukan hal seperti ini kepada anak-anak saya dan keponakan saya,” tambah Anto.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru