Aksa Mahmud Soroti Masa Depan Pangan Dunia: Bill Gates Jadi Contoh, Revolusi Pertanian Tak Terelakkan

SulawesiPos.com – Tokoh nasional Aksa Mahmud menegaskan bahwa sektor pertanian akan menjadi penentu masa depan dunia. Hal ini disampaikannya dengan menyoroti langkah pendiri Microsoft, Bill Gates, yang kini serius mengembangkan sektor pertanian dalam skala besar.

Menurut Aksa, apa yang dilakukan Bill Gates menjadi sinyal kuat bahwa dunia sedang bergerak menuju revolusi pangan. Ia menyebut, Gates yang dikenal sebagai penemu sistem operasi Windows kini justru mengalihkan fokus investasinya ke sektor pertanian.

“Bill Gates saat ini termasuk salah satu orang terkaya di dunia. Ia mulai membebaskan lahan pertanian dalam jumlah besar di berbagai negara bagian di Amerika Serikat,” ujar Aksa di hadapan para pengusaha dan saudagar Bugis Makassar dalam acara PSBM XXVI di hotel Claro, Makassar.

Disebutkan, hingga tahun 2025 Bill Gates telah membebaskan sekitar 268 ribu hektar lahan. Bahkan, pada tahun ini ditargetkan mencapai 500 ribu hektar lahan pertanian yang akan dikelola secara modern.

BACA JUGA: 
Rehabilitasi 98.000 Hektar Sawah Pascabencana di Sumatera, Mentan Amran: Ini Tanggung Jawab Negara

Lahan tersebut rencananya akan ditanami komoditas strategis seperti jagung, gandum, dan kedelai—tiga komoditas utama yang menjadi tulang punggung pangan dunia.

Aksa Mahmud menilai langkah ini harus menjadi perhatian serius, khususnya bagi Indonesia. Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya memahami pentingnya pertanian, tetapi juga menindaklanjutinya secara nyata.

“Kita harus mencerna dan melaksanakan apa yang menjadi isu utama dunia hari ini, yaitu pangan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Menteri Pertanian yang dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Lebih jauh, Aksa mengingatkan bahwa tantangan terbesar dunia ke depan bukan lagi energi atau teknologi, melainkan ketersediaan pangan.

“Bill Gates sendiri sudah mengatakan bahwa problem dunia ke depan adalah makanan. Revolusi berikutnya adalah revolusi pangan,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Tokoh nasional Aksa Mahmud menegaskan bahwa sektor pertanian akan menjadi penentu masa depan dunia. Hal ini disampaikannya dengan menyoroti langkah pendiri Microsoft, Bill Gates, yang kini serius mengembangkan sektor pertanian dalam skala besar.

Menurut Aksa, apa yang dilakukan Bill Gates menjadi sinyal kuat bahwa dunia sedang bergerak menuju revolusi pangan. Ia menyebut, Gates yang dikenal sebagai penemu sistem operasi Windows kini justru mengalihkan fokus investasinya ke sektor pertanian.

“Bill Gates saat ini termasuk salah satu orang terkaya di dunia. Ia mulai membebaskan lahan pertanian dalam jumlah besar di berbagai negara bagian di Amerika Serikat,” ujar Aksa di hadapan para pengusaha dan saudagar Bugis Makassar dalam acara PSBM XXVI di hotel Claro, Makassar.

Disebutkan, hingga tahun 2025 Bill Gates telah membebaskan sekitar 268 ribu hektar lahan. Bahkan, pada tahun ini ditargetkan mencapai 500 ribu hektar lahan pertanian yang akan dikelola secara modern.

BACA JUGA: 
Beras Ilegal Bukan Sekadar Kerugian Negara, Mentan Amran: Ancaman Bagi Petani dan Motivasi Produksi

Lahan tersebut rencananya akan ditanami komoditas strategis seperti jagung, gandum, dan kedelai—tiga komoditas utama yang menjadi tulang punggung pangan dunia.

Aksa Mahmud menilai langkah ini harus menjadi perhatian serius, khususnya bagi Indonesia. Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya memahami pentingnya pertanian, tetapi juga menindaklanjutinya secara nyata.

“Kita harus mencerna dan melaksanakan apa yang menjadi isu utama dunia hari ini, yaitu pangan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Menteri Pertanian yang dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Lebih jauh, Aksa mengingatkan bahwa tantangan terbesar dunia ke depan bukan lagi energi atau teknologi, melainkan ketersediaan pangan.

“Bill Gates sendiri sudah mengatakan bahwa problem dunia ke depan adalah makanan. Revolusi berikutnya adalah revolusi pangan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru