SulawesiPos.com – Perum Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan kepada 88.809 keluarga penerima manfaat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Program ini digulirkan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan pangan tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui kantor perwakilan dan cabang Bulog di berbagai daerah.
“Hari ini kita serahkan bantuan pangan untuk masyarakat sesuai data yang kita punya data dari Kementerian Sosial. Mereka adalah orang-orang yang membutuhkan,” kata Andi Afdal usai menyalurkan langsung bantuan pangan kepada warga di Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Rabu.
Menurut Afdal, bantuan pangan ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi yang dicanangkan Presiden, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan seperti Idul Fitri.
Bantuan yang disalurkan berupa beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter, yang merupakan alokasi bantuan untuk periode Februari dan Maret 2026.
“Bantuan ini sesungguhnya bukan kegiatan yang baru, setiap tahun ada. Harapan kita, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, bisa membantu masyarakat karena kebutuhannya sangat tinggi saat ini,” urainya.
Dengan jumlah penerima bantuan pangan di Makassar mencapai 88.809 keluarga, Perum Bulog menyiapkan beras sebanyak 1.776.180 kilogram serta minyak goreng sebanyak 355.236 liter.
Salah satu penerima bantuan pangan, Sumarni, mengaku bersyukur karena tidak menyangka bantuan tersebut dapat diterima sebelum Hari Raya Idul Fitri.
“Bantuan ini sangat membantu dan waktunya juga sangat tepat menjelang lebaran, apalagi sekarang semuanya mahal. Alhamdulillah ada beras untuk kita buat buras (panganan khas Sulsel),” kata dia.
Perempuan yang tinggal bersama empat anggota keluarga lainnya itu menuturkan bahwa bantuan beras 20 kilogram tersebut biasanya cukup untuk konsumsi selama sekitar satu setengah bulan. Namun, karena bertepatan dengan momen Lebaran, kemungkinan akan habis dalam waktu sekitar satu bulan.
“Mudah-mudahan ke depannya berlanjut supaya bisa membantu masyarakat, apalagi pangan makin hari makin mahal,” tambah perempuan berhijab itu.

