Wali Kota Makassar Larang Takbir Keliling, Warga Diminta Fokus Ibadah dan Jaga Ketertiban

SulawesiPos.com – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar takbir keliling menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kebijakan ini diambil demi menjaga ketertiban umum, keamanan, serta kenyamanan warga selama malam Lebaran.

Munafri menegaskan, malam takbiran sebaiknya diisi dengan kegiatan ibadah seperti takbiran di masjid atau di lingkungan tempat tinggal masing-masing, bukan konvoi di jalan raya.

Takbir keliling dinilai berpotensi memicu kemacetan dan gangguan lalu lintas, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri.

“Enggak bisa. Saya tidak kasih izin untuk takbiran keliling,” tegas Munafri Arifuddin, Senin (16/3/2026).

Lonjakan Kendaraan Jelang Lebaran Jadi Pertimbangan

Munafri mengungkapkan, volume kendaraan di Kota Makassar mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini dipicu oleh masuknya masyarakat dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan yang datang ke Makassar menjelang Lebaran.

Kepadatan lalu lintas terpantau terjadi di sejumlah ruas jalan utama kota dan dinilai lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa.

Baca Juga: 
Penjual Rambutan Tertimpa Pohon Tumbang di Makassar, Selamat Berkat Evakuasi Warga dan Damkar

“Kalau kita lihat ini dari mulai 10 hari terakhir ini sangat tinggi, sangat banyak volume kendaraan yang ada di Kota Makassar,” ujarnya.

Pemkot Ajak Warga Rayakan Idulfitri Secara Tertib

Pemerintah Kota Makassar ingin memastikan suasana malam Idulfitri berlangsung aman, nyaman, dan kondusif. Untuk itu, koordinasi dengan aparat keamanan telah dilakukan guna meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan.

Munafri juga menekankan bahwa esensi malam takbiran adalah memperbanyak dzikir, takbir, dan doa sebagai ungkapan rasa syukur setelah sebulan menjalani ibadah puasa.

“Kedua, untuk merayakan Idulfitri tidak harus dengan takbir keliling,” ujarnya.

Pemkot turut mengajak tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta kalangan pemuda di setiap wilayah agar ikut mengedukasi warga untuk merayakan malam takbiran secara tertib dan bermakna.

Selain menjaga ketertiban, kebijakan larangan takbir keliling ini juga bertujuan menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap meningkat akibat padatnya kendaraan pada malam Idulfitri.

SulawesiPos.com – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar takbir keliling menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kebijakan ini diambil demi menjaga ketertiban umum, keamanan, serta kenyamanan warga selama malam Lebaran.

Munafri menegaskan, malam takbiran sebaiknya diisi dengan kegiatan ibadah seperti takbiran di masjid atau di lingkungan tempat tinggal masing-masing, bukan konvoi di jalan raya.

Takbir keliling dinilai berpotensi memicu kemacetan dan gangguan lalu lintas, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri.

“Enggak bisa. Saya tidak kasih izin untuk takbiran keliling,” tegas Munafri Arifuddin, Senin (16/3/2026).

Lonjakan Kendaraan Jelang Lebaran Jadi Pertimbangan

Munafri mengungkapkan, volume kendaraan di Kota Makassar mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini dipicu oleh masuknya masyarakat dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan yang datang ke Makassar menjelang Lebaran.

Kepadatan lalu lintas terpantau terjadi di sejumlah ruas jalan utama kota dan dinilai lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa.

Baca Juga: 
Kondisi Lingkungan Sekitar Mall Panakkukang Jadi Sorotan, Pengelolaan Limbah Perlu Ditingkatkan

“Kalau kita lihat ini dari mulai 10 hari terakhir ini sangat tinggi, sangat banyak volume kendaraan yang ada di Kota Makassar,” ujarnya.

Pemkot Ajak Warga Rayakan Idulfitri Secara Tertib

Pemerintah Kota Makassar ingin memastikan suasana malam Idulfitri berlangsung aman, nyaman, dan kondusif. Untuk itu, koordinasi dengan aparat keamanan telah dilakukan guna meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan.

Munafri juga menekankan bahwa esensi malam takbiran adalah memperbanyak dzikir, takbir, dan doa sebagai ungkapan rasa syukur setelah sebulan menjalani ibadah puasa.

“Kedua, untuk merayakan Idulfitri tidak harus dengan takbir keliling,” ujarnya.

Pemkot turut mengajak tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta kalangan pemuda di setiap wilayah agar ikut mengedukasi warga untuk merayakan malam takbiran secara tertib dan bermakna.

Selain menjaga ketertiban, kebijakan larangan takbir keliling ini juga bertujuan menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap meningkat akibat padatnya kendaraan pada malam Idulfitri.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru