Plt Rektor UNM Ungkap Perasaan Dianggap “Orang Luar”, Soroti Citra Kampus di Mata Publik

SulawesiPos.com – Pelaksana Tugas Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Farida Patittingi, mengungkapkan perasaannya terkait masih adanya pandangan di internal kampus yang menganggap dirinya sebagai sosok dari luar lingkungan UNM.

Hal tersebut disampaikan Prof Farida dalam diskusi bersama insan media yang dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama di Rumah Jabatan Rektor UNM, Minggu (15/3/2026).

Prof Farida diketahui merupakan Wakil Rektor Universitas Hasanuddin yang ditunjuk sebagai Plt Rektor UNM menggantikan Prof Karta Jayadi sejak 4 November 2025.

Hingga kini, ia telah menjalankan tugas tersebut selama sekitar empat bulan.

“Saya sedih karena masih ada yang menganggap saya orang luar di UNM. Tapi saya tidak marah, saya anggap itu sebagai tanda cinta,” ujarnya.

Prof Farida juga mengingatkan bahwa seluruh perguruan tinggi negeri pada dasarnya berada di bawah naungan kementerian yang sama, yakni Kemdiktisaintek.

Media Soroti Minimnya Publikasi Prestasi UNM

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan kampus, mulai dari wakil rektor hingga dekan berbagai fakultas, selain para jurnalis dari sejumlah media.

Baca Juga: 
Guru Besar UNM Sebut 2026 Sebagai Tahun Bigbang Hukum Nasional

Dalam forum diskusi, perwakilan media menyampaikan pandangan mengenai citra UNM di mata publik.

Para jurnalis menilai kampus memiliki banyak potensi dan capaian, namun belum seluruhnya tersampaikan secara luas kepada masyarakat.

Sejumlah awak media juga menyoroti bahwa pemberitaan tentang UNM selama ini kerap didominasi isu demonstrasi mahasiswa atau konflik internal.

Di sisi lain, berbagai prestasi akademik, penelitian dosen, serta capaian mahasiswa di tingkat nasional dan internasional masih minim eksposur.

Menanggapi hal tersebut, Prof Farida mengakui bahwa publikasi capaian akademik masih menjadi tantangan yang perlu dibenahi bersama oleh seluruh civitas akademika.

“Padahal sumber daya kita sangat bagus. Banyak prestasi, banyak karya, tetapi belum ter-publish secara maksimal,” ujar Prof Farida.

SulawesiPos.com – Pelaksana Tugas Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Farida Patittingi, mengungkapkan perasaannya terkait masih adanya pandangan di internal kampus yang menganggap dirinya sebagai sosok dari luar lingkungan UNM.

Hal tersebut disampaikan Prof Farida dalam diskusi bersama insan media yang dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama di Rumah Jabatan Rektor UNM, Minggu (15/3/2026).

Prof Farida diketahui merupakan Wakil Rektor Universitas Hasanuddin yang ditunjuk sebagai Plt Rektor UNM menggantikan Prof Karta Jayadi sejak 4 November 2025.

Hingga kini, ia telah menjalankan tugas tersebut selama sekitar empat bulan.

“Saya sedih karena masih ada yang menganggap saya orang luar di UNM. Tapi saya tidak marah, saya anggap itu sebagai tanda cinta,” ujarnya.

Prof Farida juga mengingatkan bahwa seluruh perguruan tinggi negeri pada dasarnya berada di bawah naungan kementerian yang sama, yakni Kemdiktisaintek.

Media Soroti Minimnya Publikasi Prestasi UNM

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan kampus, mulai dari wakil rektor hingga dekan berbagai fakultas, selain para jurnalis dari sejumlah media.

Baca Juga: 
Guru Besar UNM Sebut 2026 Sebagai Tahun Bigbang Hukum Nasional

Dalam forum diskusi, perwakilan media menyampaikan pandangan mengenai citra UNM di mata publik.

Para jurnalis menilai kampus memiliki banyak potensi dan capaian, namun belum seluruhnya tersampaikan secara luas kepada masyarakat.

Sejumlah awak media juga menyoroti bahwa pemberitaan tentang UNM selama ini kerap didominasi isu demonstrasi mahasiswa atau konflik internal.

Di sisi lain, berbagai prestasi akademik, penelitian dosen, serta capaian mahasiswa di tingkat nasional dan internasional masih minim eksposur.

Menanggapi hal tersebut, Prof Farida mengakui bahwa publikasi capaian akademik masih menjadi tantangan yang perlu dibenahi bersama oleh seluruh civitas akademika.

“Padahal sumber daya kita sangat bagus. Banyak prestasi, banyak karya, tetapi belum ter-publish secara maksimal,” ujar Prof Farida.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru