Teror Molotov di Gerbang UNM Makassar, Mahasiswa Klaim Tak Punya Musuh

SulawesiPos.com – Aksi teror bom molotov terjadi di pintu gerbang Universitas Negeri Makassar (UNM), Sulawesi Selatan, yang mengakibatkan dua mahasiswa mengalami luka serius.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik penyerangan tersebut.

Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa UNM, Abdul Fathur Syam, menegaskan pihak mahasiswa tidak mengetahui motif penyerangan tersebut.

Ia menyatakan korban maupun organisasi kemahasiswaan tidak memiliki konflik dengan pihak mana pun.

“ Tidak ada (musuh).Kami, juga tidak ada masalah dengan organisasi mana pun. Atas kejadian ini, kami dari mahasiswa UNM mendesak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini dalam waktu yang sesingkat singkatnya,” ucap dia.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut dan memburu para pelaku yang terlibat dalam aksi teror tersebut.

Kronologi Penyerangan Mahasiswa UNM

Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 11 Maret 2026, sekitar pukul 03.22 Wita.

Dua mahasiswa yang menjadi korban diketahui terkena percikan api saat bom molotov yang dilempar orang tidak dikenal (OTK) menyala di sekitar lokasi.

Baca Juga: 
Kronologi Ratusan Ojol Serbu Kampus UNM Usai Demonstrasi Mahasiswa

Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan perawatan medis.

“Masih lidik. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kami ungkap. Saat ini kami masih melakukan pengembangan,” ujar Kapolsek Rappocini Komisaris Polisi (Kompol) Ismail di Makassar, Kamis (12/3/2026).

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan beberapa barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku diduga beraksi menggunakan sepeda motor dan langsung melarikan diri setelah melempar bom molotov ke arah korban.

“Sudah dirawat di rumah sakit. Penyidik juga sudah periksa beberapa saksi dari kejadian itu dan mengumpulkan bukti-bukti termasuk rekaman CCTV (kamera pengawas) di sekitar lokasi,” tutur kapolsek.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum insiden terjadi, kedua korban sempat keluar dari area kampus untuk membeli sesuatu di warung.

Saat kembali dan melintas di gerbang kampus, mereka berpapasan dengan sekelompok OTK yang mengendarai sepeda motor.

Baca Juga: 
Dua Mahasiswa Diserang Bom Molotov oleh OTK, Polisi Masih Selidiki Motif dan Pelaku

Diduga, sebagian pelaku telah menunggu di luar kampus, sementara lainnya masuk ke dalam area kampus untuk melakukan penyerangan.

Rekaman CCTV yang beredar memperlihatkan detik-detik saat pelaku melempar bom molotov ke arah korban, sebelum akhirnya kabur meninggalkan lokasi.

SulawesiPos.com – Aksi teror bom molotov terjadi di pintu gerbang Universitas Negeri Makassar (UNM), Sulawesi Selatan, yang mengakibatkan dua mahasiswa mengalami luka serius.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik penyerangan tersebut.

Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa UNM, Abdul Fathur Syam, menegaskan pihak mahasiswa tidak mengetahui motif penyerangan tersebut.

Ia menyatakan korban maupun organisasi kemahasiswaan tidak memiliki konflik dengan pihak mana pun.

“ Tidak ada (musuh).Kami, juga tidak ada masalah dengan organisasi mana pun. Atas kejadian ini, kami dari mahasiswa UNM mendesak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini dalam waktu yang sesingkat singkatnya,” ucap dia.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut dan memburu para pelaku yang terlibat dalam aksi teror tersebut.

Kronologi Penyerangan Mahasiswa UNM

Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 11 Maret 2026, sekitar pukul 03.22 Wita.

Dua mahasiswa yang menjadi korban diketahui terkena percikan api saat bom molotov yang dilempar orang tidak dikenal (OTK) menyala di sekitar lokasi.

Baca Juga: 
Kasus Rektor UNM Dinilai Melenceng dari Jalur, Pelapor Dorong Penanganan ke Ditres PPA-PPO

Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan perawatan medis.

“Masih lidik. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kami ungkap. Saat ini kami masih melakukan pengembangan,” ujar Kapolsek Rappocini Komisaris Polisi (Kompol) Ismail di Makassar, Kamis (12/3/2026).

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan beberapa barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku diduga beraksi menggunakan sepeda motor dan langsung melarikan diri setelah melempar bom molotov ke arah korban.

“Sudah dirawat di rumah sakit. Penyidik juga sudah periksa beberapa saksi dari kejadian itu dan mengumpulkan bukti-bukti termasuk rekaman CCTV (kamera pengawas) di sekitar lokasi,” tutur kapolsek.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum insiden terjadi, kedua korban sempat keluar dari area kampus untuk membeli sesuatu di warung.

Saat kembali dan melintas di gerbang kampus, mereka berpapasan dengan sekelompok OTK yang mengendarai sepeda motor.

Baca Juga: 
Dua Mahasiswa Diserang Bom Molotov oleh OTK, Polisi Masih Selidiki Motif dan Pelaku

Diduga, sebagian pelaku telah menunggu di luar kampus, sementara lainnya masuk ke dalam area kampus untuk melakukan penyerangan.

Rekaman CCTV yang beredar memperlihatkan detik-detik saat pelaku melempar bom molotov ke arah korban, sebelum akhirnya kabur meninggalkan lokasi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru