Pemkot Makassar Turunkan 9 Mobil Pasar Murah Jelang Akhir Ramadan untuk Antisipasi Inflasi Pangan

SulawesiPos.com – Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menurunkan sembilan mobil pasar murah untuk menekan kenaikan harga pangan menjelang akhir Ramadan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah inflasi bahan pokok di masyarakat.

Wali Kota Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin, menjelaskan bahwa intervensi melalui pasar keliling ini bertujuan agar harga kebutuhan pokok tidak melonjak terlalu tinggi.

“Intervensi pasar ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok agar tidak melonjak terlalu tinggi,” ujar Appi.

Program pasar murah bergerak ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjaga daya beli warga di tengah lonjakan harga menjelang Lebaran.

Mobil Pasar Murah Turun di Berbagai Titik

Program ini dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari terakhir Ramadan. Pemkot bekerja sama dengan Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Pada tahap awal, pasar murah hadir di dua lokasi: Jalan Kapasa Raya, halaman Masjid Nurul Amin, dan Kecamatan Mariso, Kelurahan Mattoangin, Kompleks Pesona Dahlia.

Baca Juga: 
49.209 KK di Makassar Nikmati Iuran Sampah Gratis, Janji Mulia Mulai Terwujud

Setiap mobil akan membawa beragam komoditas pokok, antara lain beras SPHP seharga Rp 55.000–58.000 per kemasan, minyak goreng Minyakita Rp 15.000 per liter, dan gula pasir Rp 17.500 per kilogram.

Targetnya, setiap hari pasar murah akan hadir di 7–8 titik untuk merespons kondisi pasar dan menstabilkan harga eceran.

Menjangkau Seluruh Kecamatan

Program ini dirancang agar seluruh kecamatan dapat dijangkau. Pihak kecamatan menyiapkan daftar lokasi, sementara Dinas Perindag dan Dinas Ketahanan Pangan menyiapkan bahan pangan yang akan dibawa ke titik-titik tersebut.

Menurut Wali Kota Appi, kehadiran pasar murah sangat penting bagi warga yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga standar di tengah fluktuasi pasar.

“Semua kecamatan kita standby. Pihak kecamatan akan menyiapkan daftar lokasi pelaksanaan, sementara Dinas Perindag dan Dinas Ketahanan Pangan menyiapkan bahan kebutuhan pokok yang akan dibawa ke lokasi yang sudah ditentukan,” jelasnya.

SulawesiPos.com – Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menurunkan sembilan mobil pasar murah untuk menekan kenaikan harga pangan menjelang akhir Ramadan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah inflasi bahan pokok di masyarakat.

Wali Kota Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin, menjelaskan bahwa intervensi melalui pasar keliling ini bertujuan agar harga kebutuhan pokok tidak melonjak terlalu tinggi.

“Intervensi pasar ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok agar tidak melonjak terlalu tinggi,” ujar Appi.

Program pasar murah bergerak ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjaga daya beli warga di tengah lonjakan harga menjelang Lebaran.

Mobil Pasar Murah Turun di Berbagai Titik

Program ini dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari terakhir Ramadan. Pemkot bekerja sama dengan Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

Pada tahap awal, pasar murah hadir di dua lokasi: Jalan Kapasa Raya, halaman Masjid Nurul Amin, dan Kecamatan Mariso, Kelurahan Mattoangin, Kompleks Pesona Dahlia.

Baca Juga: 
Jembatan Kaccia di Makassar Tak Layak, Pemerintah Siapkan Perbaikan Maret 2026

Setiap mobil akan membawa beragam komoditas pokok, antara lain beras SPHP seharga Rp 55.000–58.000 per kemasan, minyak goreng Minyakita Rp 15.000 per liter, dan gula pasir Rp 17.500 per kilogram.

Targetnya, setiap hari pasar murah akan hadir di 7–8 titik untuk merespons kondisi pasar dan menstabilkan harga eceran.

Menjangkau Seluruh Kecamatan

Program ini dirancang agar seluruh kecamatan dapat dijangkau. Pihak kecamatan menyiapkan daftar lokasi, sementara Dinas Perindag dan Dinas Ketahanan Pangan menyiapkan bahan pangan yang akan dibawa ke titik-titik tersebut.

Menurut Wali Kota Appi, kehadiran pasar murah sangat penting bagi warga yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga standar di tengah fluktuasi pasar.

“Semua kecamatan kita standby. Pihak kecamatan akan menyiapkan daftar lokasi pelaksanaan, sementara Dinas Perindag dan Dinas Ketahanan Pangan menyiapkan bahan kebutuhan pokok yang akan dibawa ke lokasi yang sudah ditentukan,” jelasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru