Ramadhan
SulawesiPos.com – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Muslim di Makassar dan wilayah sekitarnya terus menjalankan ibadah puasa dengan penuh khidmat.
Salah satu hal yang paling diperhatikan setiap hari adalah jadwal imsakiyah yang menjadi pedoman waktu imsak, salat lima waktu, hingga waktu berbuka puasa.
Pada hari ke-18 dan ke-19 Ramadan 1447 H yang bertepatan dengan Sabtu dan Minggu, 8-9 Maret 2026, masyarakat di Makassar dan kawasan sekitarnya kembali diingatkan untuk mencermati jadwal imsak serta waktu berbuka puasa.
Informasi ini penting sebagai panduan bagi umat Muslim dalam mempersiapkan sahur dan memastikan waktu berbuka dilakukan tepat setelah azan magrib berkumandang.
Berikut jadwal imsakiyah dan waktu berbuka puasa untuk wilayah Makassar dan sekitarnya pada 8-9 Maret 2026.
Jadwal Imsyakiyah dan Buku Puasa Makassar Hari ke-18 dan 19 Ramadan 1447 H
Berikut jadwal imsakiyah, waktu salat, dan buka puasa untuk hari ke-18 (8 Maret 2026) dan hari ke-19 (9 Maret 2026), dikutip dari laman Bimas Islam Kementerian Agama RI:
Jadwal buka puasa hari ini, Minggu, 8 Maret 2026 atau bertepatan dengan 18 Ramadan 1447 H, di Makassar pada pukul 18.21 Wita.
Sementara itu, waktu imsak untuk besok, Senin, 9 Maret 2026 atau 19 Ramadan 1447 H, di Makassar dan sekitarnya ditetapkan pada pukul 04.43 Wita.
Dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia, berikut niat puasa Ramadan Arab, Latin, dan artinya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.
Disadur dari buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-doa Harian karya Mahmud asy-Syafrowi, terdapat riwayat shahih dari Rasulullah SAW tentang doa berbuka puasa.
Sebagaimana diriwayatkan Ibnu Umar bahwa Nabi SAW berbuka dengan mengucapkan:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى.
Dzahabaẓ-ẓama’u wabtallatil-‘urūqu wa tsabatal-ajru in syā’aLlâhu ta‘âlâ.
Artinya: Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta’ala. (HR. Abu Dawud)