SulawesiPos.com, Makassar – Suasana duka menyelimuti Jalan Todopuli Raya, Kota Makassar, Kamis malam (5/3/2026).
Keluarga, kerabat, serta sejumlah warga berkumpul menggelar aksi lilin untuk mengenang Bertrand Eka Prasetyo Radiman, korban meninggal dunia dalam insiden penembakan yang sempat menyita perhatian publik.
Aksi yang berlangsung sekitar pukul 22.30 WITA itu digelar tepat di lokasi kejadian.
Para peserta membawa lilin serta bunga yang kemudian diletakkan di titik peristiwa sebagai simbol doa dan penghormatan bagi almarhum.
Dalam suasana haru, keluarga dan kerabat terlihat memanjatkan doa bersama.
Beberapa di antaranya tampak meneteskan air mata saat mengenang sosok Bertrand yang dikenal baik oleh orang-orang di sekitarnya.
Peristiwa yang menewaskan Bertrand sebelumnya terjadi pada Minggu, 1 Maret 2026 sekitar pukul 07.00 WITA.
Insiden tersebut disebut berkaitan dengan penembakan yang diduga terjadi secara tidak disengaja oleh oknum aparat kepolisian.
Kasus ini pun menjadi sorotan luas masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Banyak pihak berharap proses penanganan kasus dilakukan secara transparan dan tuntas.
Melalui aksi lilin ini, keluarga serta warga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa depan.
Mereka juga meminta agar proses hukum berjalan secara adil demi memberikan kepastian bagi keluarga korban.
Aksi doa dan penyalaan lilin berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat sebelum akhirnya para peserta meninggalkan lokasi secara perlahan.

