31 C
Makassar
2 March 2026, 14:45 PM WITA

Polisi Bubarkan Aksi Tembak-Tembakan Senjata Mainan Omega yang Resahkan Warga Makassar

SulawesiPos.com – Warga Makassar dibuat resah oleh maraknya aksi sekelompok pemuda yang saling tembak menggunakan senjata mainan jenis Omega dalam beberapa hari terakhir.

Senjata mainan tersebut menggunakan peluru jelly dan butiran plastik yang dinilai berbahaya jika digunakan di ruang publik.

Unit Resmob Polsek Rappocini, jajaran Polrestabes Makassar, membubarkan sekelompok remaja yang tengah melakukan aksi tembak-tembakan di Jalan Andi Djemma, Makassar, Minggu (1/3/2026).

Penertiban itu dipimpin Panit I Opsnal Reskrim IPDA Suprianto setelah polisi menerima laporan warga yang merasa terganggu.

Aktivitas tersebut dinilai mengusik ketertiban umum dan berpotensi menimbulkan kepanikan karena dilakukan di jalan umum.

Saat tiba di lokasi, petugas mendapati sejumlah remaja berkumpul sambil memainkan replika senjata berbahan plastik.

Polisi kemudian menghentikan aktivitas tersebut dan mengamankan perlengkapan yang digunakan.

Aksi Meresahkan Warga, 15 Remaja Diamankan

Sebelumnya, aparat kepolisian juga mengamankan 15 remaja yang terlibat aksi serupa.

Senjata mainan yang digunakan turut disita karena dianggap membahayakan dan meresahkan masyarakat.

Para remaja itu diamankan saat patroli rutin di wilayah Kecamatan Manggala pada Sabtu (28/2) dini hari.

Setelah dilakukan pendataan, orang tua masing-masing remaja dipanggil ke kantor polisi sebelum mereka dipulangkan.

“Ada 15 orang pemuda diamankan semalam sebagai efek jerah masing-masing orang tua dihadirkan dan membuat pernyataan,” kata Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’Longan, dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Semuel menjelaskan, aksi tembak-tembakan tersebut tidak hanya melibatkan remaja, tetapi juga kelompok usia dewasa.

Kegiatan itu dibubarkan karena mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Aktivitas saling serang menggunakan senjata mainan kerap dilakukan di jalan raya.

Para pelaku bahkan berkonvoi menggunakan sepeda motor sambil menembakkan peluru plastik, sehingga berisiko membahayakan pengguna jalan lainnya.

Kepolisian Tingkatkan Intensitas Patroli

Sebagai langkah pencegahan, Polsek Manggala memastikan peningkatan intensitas patroli, terutama pada jam-jam rawan.

“Patroli wilayah kami intensifkan hingga menjelang waktu sahur dan setelah salat subuh guna mengantisipasi aktivitas yang dapat mengganggu keamanan lingkungan,” ujarnya.

Selain patroli, seluruh personel Bhabinkamtibmas diminta aktif berkoordinasi dengan RT dan RW setempat untuk memberikan imbauan kepada warga.

Orang tua juga diingatkan agar lebih mengawasi anak-anaknya dan mencegah penggunaan senjata mainan yang berisiko melukai diri sendiri maupun orang lain.

“Polsek Manggala berharap peran aktif masyarakat dapat membantu menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, serta mencegah terjadinya gangguan kamtibmas akibat tren permainan berbahaya yang saat ini tengah marak di kalangan remaja,” jelas Semuel.

Aksi saling tembak menggunakan senjata mainan jenis Omega ini dilaporkan telah terjadi beberapa hari berturut-turut dan menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.

SulawesiPos.com – Warga Makassar dibuat resah oleh maraknya aksi sekelompok pemuda yang saling tembak menggunakan senjata mainan jenis Omega dalam beberapa hari terakhir.

Senjata mainan tersebut menggunakan peluru jelly dan butiran plastik yang dinilai berbahaya jika digunakan di ruang publik.

Unit Resmob Polsek Rappocini, jajaran Polrestabes Makassar, membubarkan sekelompok remaja yang tengah melakukan aksi tembak-tembakan di Jalan Andi Djemma, Makassar, Minggu (1/3/2026).

Penertiban itu dipimpin Panit I Opsnal Reskrim IPDA Suprianto setelah polisi menerima laporan warga yang merasa terganggu.

Aktivitas tersebut dinilai mengusik ketertiban umum dan berpotensi menimbulkan kepanikan karena dilakukan di jalan umum.

Saat tiba di lokasi, petugas mendapati sejumlah remaja berkumpul sambil memainkan replika senjata berbahan plastik.

Polisi kemudian menghentikan aktivitas tersebut dan mengamankan perlengkapan yang digunakan.

Aksi Meresahkan Warga, 15 Remaja Diamankan

Sebelumnya, aparat kepolisian juga mengamankan 15 remaja yang terlibat aksi serupa.

Senjata mainan yang digunakan turut disita karena dianggap membahayakan dan meresahkan masyarakat.

Para remaja itu diamankan saat patroli rutin di wilayah Kecamatan Manggala pada Sabtu (28/2) dini hari.

Setelah dilakukan pendataan, orang tua masing-masing remaja dipanggil ke kantor polisi sebelum mereka dipulangkan.

“Ada 15 orang pemuda diamankan semalam sebagai efek jerah masing-masing orang tua dihadirkan dan membuat pernyataan,” kata Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’Longan, dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Semuel menjelaskan, aksi tembak-tembakan tersebut tidak hanya melibatkan remaja, tetapi juga kelompok usia dewasa.

Kegiatan itu dibubarkan karena mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Aktivitas saling serang menggunakan senjata mainan kerap dilakukan di jalan raya.

Para pelaku bahkan berkonvoi menggunakan sepeda motor sambil menembakkan peluru plastik, sehingga berisiko membahayakan pengguna jalan lainnya.

Kepolisian Tingkatkan Intensitas Patroli

Sebagai langkah pencegahan, Polsek Manggala memastikan peningkatan intensitas patroli, terutama pada jam-jam rawan.

“Patroli wilayah kami intensifkan hingga menjelang waktu sahur dan setelah salat subuh guna mengantisipasi aktivitas yang dapat mengganggu keamanan lingkungan,” ujarnya.

Selain patroli, seluruh personel Bhabinkamtibmas diminta aktif berkoordinasi dengan RT dan RW setempat untuk memberikan imbauan kepada warga.

Orang tua juga diingatkan agar lebih mengawasi anak-anaknya dan mencegah penggunaan senjata mainan yang berisiko melukai diri sendiri maupun orang lain.

“Polsek Manggala berharap peran aktif masyarakat dapat membantu menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, serta mencegah terjadinya gangguan kamtibmas akibat tren permainan berbahaya yang saat ini tengah marak di kalangan remaja,” jelas Semuel.

Aksi saling tembak menggunakan senjata mainan jenis Omega ini dilaporkan telah terjadi beberapa hari berturut-turut dan menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/