31 C
Makassar
2 March 2026, 17:23 PM WITA

Ganggu Ketertiban dan Bahayakan Pengendara, Aksi Tembak-Tembakan Remaja di Makassar akan Ditindak Tegas

SulawesiPos.com – Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap masyarakat, khususnya kalangan remaja, yang melakukan aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan di jalan raya maupun kawasan permukiman.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul banyaknya keluhan warga terkait aktivitas perang-perangan yang dinilai mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan.

Dalam beberapa pekan terakhir, pihak kepolisian menerima banyak aduan, terutama dari para pengendara yang merasa terganggu oleh aksi tersebut di jalan umum.

Selain menembakkan peluru plastik, sebagian remaja juga kerap melakukan balap liar di sela-sela aktivitas tersebut, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

“Iya, memang sudah banyak komplain dari masyarakat terkait permainan remaja yang tidak bertanggung jawab menggunakan senapan mainan untuk perang-perangan di jalan. Ini sangat mengganggu ketenangan masyarakat, terutama pengguna jalan,” ujarnya, Senin, (2/3/2026).

Pembinaan Dinilai Belum Beri Efek Jera

Arya menjelaskan, kepolisian sejatinya telah menempuh langkah preventif dengan mengamankan sejumlah remaja yang terlibat dalam aksi tersebut.

Namun, tindakan yang diberikan sejauh ini masih sebatas pembinaan dan teguran agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

“Kita sudah beberapa kali membubarkan dan memberikan pembinaan. Kita jelaskan bahwa meskipun itu senjata mainan, tetap berbahaya kalau digunakan sembarangan,” katanya.

Meski demikian, pendekatan persuasif tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan.

Aksi tembak-tembakan masih terus terjadi di sejumlah lokasi dan bahkan semakin berani dilakukan di ruang publik yang ramai.

Ancaman Keselamatan dan Potensi Pidana

Ke depan, Arya menegaskan pihaknya tidak akan ragu untuk bertindak lebih tegas apabila pelanggaran serupa kembali ditemukan.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan senjata mainan di ruang terbuka, khususnya di jalan raya, memiliki potensi bahaya serius.

“Kalau kena mata bisa menyebabkan kebutaan. Kalau mengenai pengendara motor lalu hilang keseimbangan dan jatuh, itu bisa berujung kecelakaan lalu lintas. Bisa luka berat bahkan meninggal dunia,” tegasnya.

Ia menambahkan, aksi yang awalnya dianggap sebagai permainan dapat berkembang menjadi persoalan hukum apabila menimbulkan korban.

Bahkan, aktivitas tersebut berpotensi memicu konflik antar kelompok remaja.

“Yang tadinya tidak ada pidana, justru bisa menjadi pidana. Bahkan bisa menimbulkan perang kelompok,” ujarnya.

Karena itu, Arya mengimbau peran aktif masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya.

Ia juga meminta para remaja agar menghentikan kebiasaan perang-perangan menggunakan senjata mainan, khususnya di jalan umum.

“Saya menghimbau untuk menghindari dan tidak melakukan perang-perangan dengan senjata mainan ini di jalan umum yang mengganggu masyarakat,” katanya.

Tren Tembak-Tembakan di Makassar

Fenomena remaja bermain tembak-tembakan hingga ke badan jalan belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Sejumlah video memperlihatkan kelompok remaja saling menembakkan peluru plastik, bahkan nekat melawan arus lalu lintas.

Sebagian lainnya terlihat melakukan balap-balapan di sela permainan tersebut, yang dinilai membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Bahkan, video lain menunjukkan ratusan orang memadati sebuah toko mainan di Makassar untuk membeli senjata mainan tertentu yang tengah tren, hingga memicu kericuhan.

Menanggapi situasi tersebut, Polrestabes Makassar memastikan patroli rutin terus ditingkatkan untuk membubarkan kelompok remaja yang kedapatan melakukan perang-perangan di jalan.

Pengawasan juga difokuskan pada titik-titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpul.

Arya menegaskan, pendekatan humanis tetap dikedepankan, namun penegakan hukum akan ditempuh jika diperlukan. Ia berharap kesadaran bersama dapat mencegah terjadinya insiden yang lebih serius.

“Kami ingin semua pihak memahami bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai hanya karena permainan, justru menimbulkan korban,” tegasnya.

SulawesiPos.com – Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap masyarakat, khususnya kalangan remaja, yang melakukan aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan di jalan raya maupun kawasan permukiman.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul banyaknya keluhan warga terkait aktivitas perang-perangan yang dinilai mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan.

Dalam beberapa pekan terakhir, pihak kepolisian menerima banyak aduan, terutama dari para pengendara yang merasa terganggu oleh aksi tersebut di jalan umum.

Selain menembakkan peluru plastik, sebagian remaja juga kerap melakukan balap liar di sela-sela aktivitas tersebut, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

“Iya, memang sudah banyak komplain dari masyarakat terkait permainan remaja yang tidak bertanggung jawab menggunakan senapan mainan untuk perang-perangan di jalan. Ini sangat mengganggu ketenangan masyarakat, terutama pengguna jalan,” ujarnya, Senin, (2/3/2026).

Pembinaan Dinilai Belum Beri Efek Jera

Arya menjelaskan, kepolisian sejatinya telah menempuh langkah preventif dengan mengamankan sejumlah remaja yang terlibat dalam aksi tersebut.

Namun, tindakan yang diberikan sejauh ini masih sebatas pembinaan dan teguran agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

“Kita sudah beberapa kali membubarkan dan memberikan pembinaan. Kita jelaskan bahwa meskipun itu senjata mainan, tetap berbahaya kalau digunakan sembarangan,” katanya.

Meski demikian, pendekatan persuasif tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan.

Aksi tembak-tembakan masih terus terjadi di sejumlah lokasi dan bahkan semakin berani dilakukan di ruang publik yang ramai.

Ancaman Keselamatan dan Potensi Pidana

Ke depan, Arya menegaskan pihaknya tidak akan ragu untuk bertindak lebih tegas apabila pelanggaran serupa kembali ditemukan.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan senjata mainan di ruang terbuka, khususnya di jalan raya, memiliki potensi bahaya serius.

“Kalau kena mata bisa menyebabkan kebutaan. Kalau mengenai pengendara motor lalu hilang keseimbangan dan jatuh, itu bisa berujung kecelakaan lalu lintas. Bisa luka berat bahkan meninggal dunia,” tegasnya.

Ia menambahkan, aksi yang awalnya dianggap sebagai permainan dapat berkembang menjadi persoalan hukum apabila menimbulkan korban.

Bahkan, aktivitas tersebut berpotensi memicu konflik antar kelompok remaja.

“Yang tadinya tidak ada pidana, justru bisa menjadi pidana. Bahkan bisa menimbulkan perang kelompok,” ujarnya.

Karena itu, Arya mengimbau peran aktif masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya.

Ia juga meminta para remaja agar menghentikan kebiasaan perang-perangan menggunakan senjata mainan, khususnya di jalan umum.

“Saya menghimbau untuk menghindari dan tidak melakukan perang-perangan dengan senjata mainan ini di jalan umum yang mengganggu masyarakat,” katanya.

Tren Tembak-Tembakan di Makassar

Fenomena remaja bermain tembak-tembakan hingga ke badan jalan belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Sejumlah video memperlihatkan kelompok remaja saling menembakkan peluru plastik, bahkan nekat melawan arus lalu lintas.

Sebagian lainnya terlihat melakukan balap-balapan di sela permainan tersebut, yang dinilai membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Bahkan, video lain menunjukkan ratusan orang memadati sebuah toko mainan di Makassar untuk membeli senjata mainan tertentu yang tengah tren, hingga memicu kericuhan.

Menanggapi situasi tersebut, Polrestabes Makassar memastikan patroli rutin terus ditingkatkan untuk membubarkan kelompok remaja yang kedapatan melakukan perang-perangan di jalan.

Pengawasan juga difokuskan pada titik-titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpul.

Arya menegaskan, pendekatan humanis tetap dikedepankan, namun penegakan hukum akan ditempuh jika diperlukan. Ia berharap kesadaran bersama dapat mencegah terjadinya insiden yang lebih serius.

“Kami ingin semua pihak memahami bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai hanya karena permainan, justru menimbulkan korban,” tegasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/