28 C
Makassar
1 March 2026, 9:04 AM WITA

Update Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Makassar, Lebih dari Seribu Warga Mengungsi

SulawesiPos.com – Hujan deras yang tak kunjung reda sejak 24 Februari 2026 mengubah aktivitas warga di sejumlah wilayah Kota Makassar.

Air yang terus meninggi memaksa ratusan keluarga menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman setelah permukiman mereka terendam.

Laporan terkini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar per 27 Februari 2026 pukul 21.30 WITA mencatat 1.139 jiwa terdampak telah berada di lokasi pengungsian.

Jumlah tersebut berasal dari 311 kepala keluarga yang kini tersebar di 18 titik penampungan sementara.

Wilayah yang paling banyak menyumbang angka pengungsi berada di Kecamatan Manggala.

Di kawasan ini, 621 jiwa dari 159 keluarga harus mengungsi. Rumah ibadah menjadi pilihan utama sebagai lokasi perlindungan darurat.

Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Biringkanayya. Di Kelurahan Katimbang, ratusan warga menempati fasilitas pendidikan sebagai tempat berteduh, sementara di Kelurahan Paccerakkang, warga mengungsi di kantor pemerintahan setempat dan beberapa masjid.

Merespons situasi tersebut, BPBD Kota Makassar mengerahkan 40 personel Tim Reaksi Cepat untuk melakukan evakuasi serta pemantauan di titik rawan.

Selain itu, ada enam unit perahu karet, empat motor trail, hingga lima kendaraan operasioanal yang disiagakan guna menjangkau wilayah yang sulit diakses.

Distribusi bantuan logistik juga terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di pengungsian.

Pemerintah kota memastikan koordinasi lintas instansi tetap dilakukan agar penanganan berlangsung cepat dan terarah.

Sementara itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi hingga 1 Maret 2026.

Untuk kebutuhan darurat, warga dapat mengakses layanan panggilan 112 serta mengikuti pembaruan informasi resmi melalui Super Apps Lontara.

SulawesiPos.com – Hujan deras yang tak kunjung reda sejak 24 Februari 2026 mengubah aktivitas warga di sejumlah wilayah Kota Makassar.

Air yang terus meninggi memaksa ratusan keluarga menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman setelah permukiman mereka terendam.

Laporan terkini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar per 27 Februari 2026 pukul 21.30 WITA mencatat 1.139 jiwa terdampak telah berada di lokasi pengungsian.

Jumlah tersebut berasal dari 311 kepala keluarga yang kini tersebar di 18 titik penampungan sementara.

Wilayah yang paling banyak menyumbang angka pengungsi berada di Kecamatan Manggala.

Di kawasan ini, 621 jiwa dari 159 keluarga harus mengungsi. Rumah ibadah menjadi pilihan utama sebagai lokasi perlindungan darurat.

Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Biringkanayya. Di Kelurahan Katimbang, ratusan warga menempati fasilitas pendidikan sebagai tempat berteduh, sementara di Kelurahan Paccerakkang, warga mengungsi di kantor pemerintahan setempat dan beberapa masjid.

Merespons situasi tersebut, BPBD Kota Makassar mengerahkan 40 personel Tim Reaksi Cepat untuk melakukan evakuasi serta pemantauan di titik rawan.

Selain itu, ada enam unit perahu karet, empat motor trail, hingga lima kendaraan operasioanal yang disiagakan guna menjangkau wilayah yang sulit diakses.

Distribusi bantuan logistik juga terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di pengungsian.

Pemerintah kota memastikan koordinasi lintas instansi tetap dilakukan agar penanganan berlangsung cepat dan terarah.

Sementara itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi hingga 1 Maret 2026.

Untuk kebutuhan darurat, warga dapat mengakses layanan panggilan 112 serta mengikuti pembaruan informasi resmi melalui Super Apps Lontara.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/