30 C
Makassar
26 February 2026, 13:54 PM WITA

Remaja di Makassar Diserang Pakai Busur Panah, Motif Dipicu Taruhan Lomba Lari

SulawesiPos.com – Seorang remaja berinisial R (13) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi korban penyerangan menggunakan busur panah hingga mengalami luka di perut.

Peristiwa ini diduga berawal dari taruhan lomba lari yang memicu perselisihan antara kelompok pelaku dan korban.

Panit 1 Opsnal Reskrim Polsek Rappocini, Ipda Suprianto, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung di Jalan Kelapa 3, Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Rabu (25/2).

Tiga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial MF (17), MAB (14), dan YAR (15).

“Kejadian bermula saat kelompok pelaku dan kelompok korban membuat janji melalui media sosial Instagram untuk menggelar taruhan lomba lari di lokasi kejadian,” kata Suprianto dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).

Lomba lari berakhir dengan kemenangan kelompok pelaku. Namun, kesalahpahaman muncul karena salah satu teman pelaku merasa diejek oleh kelompok korban.

“Karena tidak terima, para pelaku kembali mendatangi lokasi korban berada,” ujar Ipda Suprianto.

Tiga pelaku datang berboncengan menggunakan sepeda motor dan berhenti tepat di depan korban. Salah satu pelaku sempat menanyakan sandal miliknya kepada korban.

“Salah satu pelaku berinisial MF sempat mencoba melontarkan anak panah ke arah korban. Namun alat pelontarnya terputus,” jelasnya.

Luka Akibat Anak Panah

Karena alat pelontar busur panah tidak berfungsi, MF kemudian menggunakan anak panah tersebut untuk melukai korban secara langsung, sehingga anak panah tertancap di perut remaja tersebut.

“Akibat kejadian itu, korban mengalami luka dan pihak keluarga korban segera melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian. Korban menjalani perawatan medis di RSUD Daya Kota Makassar,” jelasnya.

Ketiga pelaku kini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Rappocini, dengan motif sementara diduga akibat kesalahpahaman antar kelompok.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta mengawasi pergaulan anak-anak agar tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Seorang remaja berinisial R (13) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi korban penyerangan menggunakan busur panah hingga mengalami luka di perut.

Peristiwa ini diduga berawal dari taruhan lomba lari yang memicu perselisihan antara kelompok pelaku dan korban.

Panit 1 Opsnal Reskrim Polsek Rappocini, Ipda Suprianto, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung di Jalan Kelapa 3, Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Rabu (25/2).

Tiga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial MF (17), MAB (14), dan YAR (15).

“Kejadian bermula saat kelompok pelaku dan kelompok korban membuat janji melalui media sosial Instagram untuk menggelar taruhan lomba lari di lokasi kejadian,” kata Suprianto dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).

Lomba lari berakhir dengan kemenangan kelompok pelaku. Namun, kesalahpahaman muncul karena salah satu teman pelaku merasa diejek oleh kelompok korban.

“Karena tidak terima, para pelaku kembali mendatangi lokasi korban berada,” ujar Ipda Suprianto.

Tiga pelaku datang berboncengan menggunakan sepeda motor dan berhenti tepat di depan korban. Salah satu pelaku sempat menanyakan sandal miliknya kepada korban.

“Salah satu pelaku berinisial MF sempat mencoba melontarkan anak panah ke arah korban. Namun alat pelontarnya terputus,” jelasnya.

Luka Akibat Anak Panah

Karena alat pelontar busur panah tidak berfungsi, MF kemudian menggunakan anak panah tersebut untuk melukai korban secara langsung, sehingga anak panah tertancap di perut remaja tersebut.

“Akibat kejadian itu, korban mengalami luka dan pihak keluarga korban segera melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian. Korban menjalani perawatan medis di RSUD Daya Kota Makassar,” jelasnya.

Ketiga pelaku kini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Rappocini, dengan motif sementara diduga akibat kesalahpahaman antar kelompok.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta mengawasi pergaulan anak-anak agar tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/