SulawesiPos.com – Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan TNI Angkatan Laut Makassar berhasil menggagalkan transaksi dan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi yang dilakukan secara ilegal oleh jaringan sindikat dengan memanfaatkan kapal tanker di tengah laut.
Komandan Komando Daerah Militer Angkatan Laut VI (Dankodaeral VI), Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, menjelaskan bahwa jaringan sindikat BBM ilegal ini berhasil diamankan setelah tim mencurigai kapal tanker yang hanya berputar-putar di tengah laut sambil menunggu armada lain untuk melakukan pengisian.
“Sebelum disergap itu, kami bertindak sangat hati-hati dan perkembangan itu terus dipantau oleh tim intelijen TNI AL, hingga akhirnya dilakukan penyergapan,” ujarnya.
Dalam operasi presisi yang digelar Minggu dini hari (22/2), satuan tugas Kodaeral VI berhasil menggulung sindikat yang diduga melakukan pendistribusian BBM ilegal, melibatkan kapal tanker dan truk tangki raksasa.
Penyergapan kilat dilakukan di dua lokasi strategis, tepat pukul 00.06 Wita, saat aktivitas kota mulai meredup.
Tim Quick Response Kodaeral VI yang terdiri dari Satuan Intelijen (Sintel), Detasemen Intelijen (Denintel Kodaeral VI), serta tim Visit, Board, Search and Seizure (VBSS) KAL Suluh Pari II.6-60, melaksanakan investigasi mendadak.
“Operasi ini menyasar dua lokasi sekaligus yaitu perairan Makassar dan kawasan pergudangan Tamalanrea Makassar,” katanya.
Laksda TNI Andi Abdul Aziz menegaskan bahwa petugas berhasil menghentikan aktivitas pengalihan BBM dari mobil tangki ke kapal Self Propelled Oil Barge (SPOB) yang tengah berlangsung secara sembunyi-sembunyi.
TNI AL Amankan Aset Miliaran Rupiah
Dalam operasi ini, TNI AL mengamankan aset bernilai miliaran rupiah yang diduga menjadi instrumen kejahatan ekonomi, termasuk 2 SPOB dan 7 unit mobil tangki dengan kapasitas bervariasi mulai dari 5 kiloliter (KL) hingga 24 KL, dengan total muatan mencapai puluhan ribu liter solar.
“Total muatan terdeteksi sekitar 106 KL solar di 2 SPOB yang tidak dilengkapi dokumen sah,” tuturnya.
Saat ini, seluruh barang bukti berupa 7 unit mobil tangki, 2 SPOB, beserta para kru dan penanggung jawab kegiatan telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif dan proses hukum lebih lanjut.
“Kami akan terus melakukan pendalaman guna membongkar dalang di balik rantai distribusi BBM ilegal ini hingga ke akarnya,” ucap Dankodaeral VI.

