26 C
Makassar
25 February 2026, 18:41 PM WITA

Kamus Digital Bahasa Makassar Diluncurkan, Walkot Appi: Ini Jati Diri Kita

SulawesiPos.com – Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) meluncurkan Program Kamus Masuk Sekolah versi Kamus Digital Bahasa Makassar sebagai upaya melestarikan bahasa daerah Makassar.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) menegaskan bahwa langkah ini merupakan gerakan konkret untuk melestarikan bahasa Makassar sebagai jati diri.

“Langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan konkret untuk menempatkan Bahasa Indonesia sebagai pemersatu, melestarikan bahasa daerah sebagai jati diri, serta membekali generasi muda dengan kemampuan multibahasa sebagai kebutuhan global,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Program ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan Kota Makassar bersama Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan dan BasaIbuWiki/Sulsel.

Diharapkan, kamus ii menjadi tonggak penguatan literasi budaya di satuan pendidikan, serta menjadi jawaban akan lunturnya penggunaan bahasa Makassar di kalangan anak muda.

Bahasa Indonesia Simbol Persatuan, Bahasa Daerah Bentuk Identitas

Appi menyebut, penting bagi masyarakat untuk menempatkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, sementara bahasa derah dilestarikan sebagai identitas.

Di samping itu, penguasaan bahasa asing juga perlu diptimalkan sebagai kebutuhan global.

“Utamakan Bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, kuasai bahasa asing. Ini yang kadang terbalik. Anak-anak sekarang justru dipaksa bahasa asing sejak dini, sementara bahasa ibunya perlahan ditinggalkan,” ucap dia.

Lebih lanjut, ia menilai generasi muda saat ini mulai enggan menggunakan bahasa Makassar dalam percakapan sehari-hari sehingga berpotensi mengikis identitas kultural masyarakat.

“Hampir kita kehilangan identitas diri karena banyak yang malu memakai bahasa Makassar. Padahal ini adalah jati diri kita,” katanya.

Adapun kehadiran kamus digital bahasa Makassar ini merupakan solusi adaptif bagi generasi muda yang mampu mendorong pembelajaran bahasa daerah baik di sekolah negeri maupun swasta.

“Misalnya, diksi Bahasa Makassar seperti pappasang (pesan), sinrilik (sastra tutur), menyimpan nilai budaya dan filosofi tinggi yang tidak dapat dipahami tanpa penguasaan bahasa,” terang dia.

SulawesiPos.com – Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) meluncurkan Program Kamus Masuk Sekolah versi Kamus Digital Bahasa Makassar sebagai upaya melestarikan bahasa daerah Makassar.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) menegaskan bahwa langkah ini merupakan gerakan konkret untuk melestarikan bahasa Makassar sebagai jati diri.

“Langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan konkret untuk menempatkan Bahasa Indonesia sebagai pemersatu, melestarikan bahasa daerah sebagai jati diri, serta membekali generasi muda dengan kemampuan multibahasa sebagai kebutuhan global,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Program ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan Kota Makassar bersama Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan dan BasaIbuWiki/Sulsel.

Diharapkan, kamus ii menjadi tonggak penguatan literasi budaya di satuan pendidikan, serta menjadi jawaban akan lunturnya penggunaan bahasa Makassar di kalangan anak muda.

Bahasa Indonesia Simbol Persatuan, Bahasa Daerah Bentuk Identitas

Appi menyebut, penting bagi masyarakat untuk menempatkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, sementara bahasa derah dilestarikan sebagai identitas.

Di samping itu, penguasaan bahasa asing juga perlu diptimalkan sebagai kebutuhan global.

“Utamakan Bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, kuasai bahasa asing. Ini yang kadang terbalik. Anak-anak sekarang justru dipaksa bahasa asing sejak dini, sementara bahasa ibunya perlahan ditinggalkan,” ucap dia.

Lebih lanjut, ia menilai generasi muda saat ini mulai enggan menggunakan bahasa Makassar dalam percakapan sehari-hari sehingga berpotensi mengikis identitas kultural masyarakat.

“Hampir kita kehilangan identitas diri karena banyak yang malu memakai bahasa Makassar. Padahal ini adalah jati diri kita,” katanya.

Adapun kehadiran kamus digital bahasa Makassar ini merupakan solusi adaptif bagi generasi muda yang mampu mendorong pembelajaran bahasa daerah baik di sekolah negeri maupun swasta.

“Misalnya, diksi Bahasa Makassar seperti pappasang (pesan), sinrilik (sastra tutur), menyimpan nilai budaya dan filosofi tinggi yang tidak dapat dipahami tanpa penguasaan bahasa,” terang dia.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/