25 C
Makassar
25 February 2026, 17:14 PM WITA

Hujan Deras Picu Banjir di Makassar, 545 Warga Mengungsi dan Siswa Belajar Daring

SulawesiPos.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar mencatat sebanyak 545 warga terpaksa mengungsi akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur sejak Selasa malam (24/2/2026).

Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli, mengatakan genangan air kembali terjadi di kawasan yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan banjir, terutama di Kecamatan Manggala dan Kecamatan Biringkanaya.

“Kecamatan Manggala dan Biringkanaya menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba di Makassar,” ujarnya, Rabu (25/2).

Ia menjelaskan, dampak banjir menyebabkan 545 warga dari 169 kepala keluarga (KK) harus mengungsi ke sejumlah titik pengungsian yang telah disiapkan oleh tim BPBD Makassar.

“Saat ini, tim masih terus melakukan pemantauan dan mendata warga yang terdampak banjir di dua Kecamatan tersebut,” pungkasnya.

Sebaran Titik Pengungsian Banjir Makassar

Berikut data lokasi pengungsian warga terdampak banjir di Makassar:

Lokasi Pengungsian Kelurahan / Kecamatan Jumlah (KK / Jiwa)
1 Masjid Jabal Nur Kel. Manggala, Kec. Manggala 12 KK / 36 Jiwa
2 Masjid Yuda Alfatih Kel. Manggala, Kec. Manggala 7 KK / 27 Jiwa
3 Masjid Lailatul Qadar (BTP Blok AF) Kel. Katimbang, Kec. Biringkanaya 67 KK / 232 Jiwa
4 SD Paccerakkang Kel. Katimbang, Kec. Biringkanaya 24 KK / 86 Jiwa
5 Masjid Nurul Ikhlas Kel. Katimbang, Kec. Biringkanaya 40 KK / 133 Jiwa
6 Masjid Al Ramun Kel. Paccerakkang, Kec. Biringkanaya 9 KK / 31 Jiwa

Pengungsi Terbanyak Berasal dari Biringkanaya

Berdasarkan data tersebut, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, mencatat jumlah pengungsi terbanyak. Lokasi pengungsian di Masjid Lailatul Qadar BTP Blok AF menampung hingga 232 jiwa.

Pihak kelurahan bersama relawan setempat telah bersiaga untuk melakukan pendataan lanjutan serta memastikan kebutuhan mendesak para pengungsi terpenuhi, terutama bagi bayi, balita, dan lansia yang rentan terdampak cuaca ekstrem.

Masyarakat di wilayah terdampak juga diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air dan segera menghubungi layanan darurat apabila membutuhkan evakuasi lanjutan.

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Selatan yang berlaku mulai 24 Februari hingga 1 Maret 2026.

“Pada periode 24 Februari hingga 1 Maret 2026, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat,” kata Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil dalam keterangannya, Selasa (24/2).

Imbas Cuaca Ekstrem, Sekolah PAUD hingga SMP Daring

Dampak cuaca ekstrem juga berimbas pada sektor pendidikan. Dinas Pendidikan Kota Makassar memutuskan mengalihkan proses belajar mengajar tatap muka menjadi pembelajaran daring (online).

Kebijakan ini berlaku bagi seluruh siswa PAUD/TK, SD, hingga SMP mulai Rabu (25/2/2026) hingga Sabtu (28/2/2026), sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 400.3.5/33/Disdik/II/2026.

Pengalihan pembelajaran ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap risiko keselamatan siswa akibat kondisi cuaca ekstrem. Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh sekolah negeri maupun swasta di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Dalam surat edaran itu, Dinas Pendidikan menegaskan guru tetap wajib melaksanakan pembelajaran sesuai jadwal dengan memberikan materi dan tugas secara efektif, sementara siswa mengikuti proses pembelajaran dari rumah masing-masing dengan tertib.

SulawesiPos.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar mencatat sebanyak 545 warga terpaksa mengungsi akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur sejak Selasa malam (24/2/2026).

Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli, mengatakan genangan air kembali terjadi di kawasan yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan banjir, terutama di Kecamatan Manggala dan Kecamatan Biringkanaya.

“Kecamatan Manggala dan Biringkanaya menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba di Makassar,” ujarnya, Rabu (25/2).

Ia menjelaskan, dampak banjir menyebabkan 545 warga dari 169 kepala keluarga (KK) harus mengungsi ke sejumlah titik pengungsian yang telah disiapkan oleh tim BPBD Makassar.

“Saat ini, tim masih terus melakukan pemantauan dan mendata warga yang terdampak banjir di dua Kecamatan tersebut,” pungkasnya.

Sebaran Titik Pengungsian Banjir Makassar

Berikut data lokasi pengungsian warga terdampak banjir di Makassar:

Lokasi Pengungsian Kelurahan / Kecamatan Jumlah (KK / Jiwa)
1 Masjid Jabal Nur Kel. Manggala, Kec. Manggala 12 KK / 36 Jiwa
2 Masjid Yuda Alfatih Kel. Manggala, Kec. Manggala 7 KK / 27 Jiwa
3 Masjid Lailatul Qadar (BTP Blok AF) Kel. Katimbang, Kec. Biringkanaya 67 KK / 232 Jiwa
4 SD Paccerakkang Kel. Katimbang, Kec. Biringkanaya 24 KK / 86 Jiwa
5 Masjid Nurul Ikhlas Kel. Katimbang, Kec. Biringkanaya 40 KK / 133 Jiwa
6 Masjid Al Ramun Kel. Paccerakkang, Kec. Biringkanaya 9 KK / 31 Jiwa

Pengungsi Terbanyak Berasal dari Biringkanaya

Berdasarkan data tersebut, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, mencatat jumlah pengungsi terbanyak. Lokasi pengungsian di Masjid Lailatul Qadar BTP Blok AF menampung hingga 232 jiwa.

Pihak kelurahan bersama relawan setempat telah bersiaga untuk melakukan pendataan lanjutan serta memastikan kebutuhan mendesak para pengungsi terpenuhi, terutama bagi bayi, balita, dan lansia yang rentan terdampak cuaca ekstrem.

Masyarakat di wilayah terdampak juga diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air dan segera menghubungi layanan darurat apabila membutuhkan evakuasi lanjutan.

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Selatan yang berlaku mulai 24 Februari hingga 1 Maret 2026.

“Pada periode 24 Februari hingga 1 Maret 2026, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat,” kata Pelaksana Tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil dalam keterangannya, Selasa (24/2).

Imbas Cuaca Ekstrem, Sekolah PAUD hingga SMP Daring

Dampak cuaca ekstrem juga berimbas pada sektor pendidikan. Dinas Pendidikan Kota Makassar memutuskan mengalihkan proses belajar mengajar tatap muka menjadi pembelajaran daring (online).

Kebijakan ini berlaku bagi seluruh siswa PAUD/TK, SD, hingga SMP mulai Rabu (25/2/2026) hingga Sabtu (28/2/2026), sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 400.3.5/33/Disdik/II/2026.

Pengalihan pembelajaran ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap risiko keselamatan siswa akibat kondisi cuaca ekstrem. Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh sekolah negeri maupun swasta di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Dalam surat edaran itu, Dinas Pendidikan menegaskan guru tetap wajib melaksanakan pembelajaran sesuai jadwal dengan memberikan materi dan tugas secara efektif, sementara siswa mengikuti proses pembelajaran dari rumah masing-masing dengan tertib.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/