SulawesiPos.com – Perbaikan Jalan Hertasning–Aroepala di Kota Makassar saat ini belum dapat dilakukan secara maksimal akibat tingginya curah hujan.
Meski demikian, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan memastikan seluruh pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung tahun ini.
Kepala DBMBK Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan proyek perbaikan ruas jalan tersebut telah masuk dalam rencana kerja tahun anggaran 2026 dan memiliki jadwal pelaksanaan yang jelas.
Jalan Hertasning–Aroepala merupakan akses strategis penghubung Makassar dengan Kabupaten Gowa.
Kerusakan yang cukup parah pada ruas ini membuat pemerintah menerapkan skema Multiyears Project (MYP) agar perbaikan dilakukan secara bertahap dan terukur.
“Artinya tahun ini akan kita kerjakan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Desain dan perencanaan teknisnya sudah ada, dan itu yang akan kita bangun. Setelah itu kita melihat lagi situasi di lapangan,” kata Ihsan, Selasa (24/2/2026).
Pengaspalan Menunggu Cuaca Membaik, Drainase Jadi Prioritas
Ihsan menjelaskan, kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam pelaksanaan pengaspalan.
Curah hujan yang masih tinggi dinilai berisiko menurunkan kualitas pekerjaan jika dipaksakan.
“Sekarang situasinya cuaca memang belum memungkinkan untuk pengaspalan. Kita tentu tidak ingin pekerjaan dilakukan tergesa-gesa lalu hasilnya tidak maksimal,” kata Ihsan.
Selain faktor cuaca, DBMBK Sulsel memprioritaskan pembangunan drainase sebagai bagian awal dari perbaikan jalan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketahanan jalan setelah diaspal.
“Kita masih fokus pada pekerjaan drainase terlebih dahulu. Setelah drainase selesai, baru dilakukan pengaspalan. Karena kalau diaspal dulu sementara drainase belum ada atau belum optimal, maka kualitas aspal bisa cepat rusak kembali,” kata Ihsan.
Meski menghadapi sejumlah kendala teknis, DBMBK Sulsel menegaskan seluruh tahapan pekerjaan telah masuk dalam jadwal dan akan diselesaikan sesuai perencanaan.
“Intinya semua sudah ada dalam schedule dan akan dikerjakan tahun ini. Kami mohon masyarakat dapat memahami bahwa setiap tahapan dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis agar hasilnya maksimal,” kata Ihsan.

